Wednesday, April 4, 2012

Militery of Study (Asas Ilmu Perang)



Militery of Study
Support for Mujahidin Fi Sabilillah
Pelajaran Dasar Militer
1432 H
Di susun oleh Jaka Lelana Perindu Surga
Militery of Study 1432 H Created by Jaka Lelana Perindu Surga (support for Mujahidin Fi Sabilillah) 2 1432 H


MILITERY OF STUDY

Militery of Study (Pendidikan Militer) dibagi dua, yaitu:
1. Weapon (Senjata)
2. Technical of Militery (Taktik Militer):
• Personal (Perorangan)
• Regu

I. WEAPON (SENJATA)

 Terdiri dari:

1. Cartride Bullet (Peluru) 4

Bagian-bagian dari peluru:
1) Murmy (Proyektil)
2) Black Powder (Serbuk Mesiu)
3) Primer/Fuse
4) Cartridecase (Selongsong)

Proses meledaknya peluru
 Ketika black powder meledak maka peluru akan keluar hal ini terjadi karena pukulan dari Firingpine (Palu Pemukul).


2. Type of Cartride (Jenis-jenis Peluru):

1) Red/Orange Colour: untuk membakar, sekali tembak peluru terbakar;
2) Green Colour: untuk sinyal/tanda/SOS;
3) Black Colour: untuk menembus besi;
4) Gray Colour: untuk menembus besi atau membakar;
5) Blue Colour: untuk menembus besi atau sinyal;
6) Alumunium: untuk menembus alumunium;
7) Ball Carpet/Ball Cannon: untuk membunuh (peluru tajam);
8) Double Action: setelah peluru meledak mengenai sasaran, maka murmynya meledak lagi;
9) Granadly Louncher/Granat Lontar: gas air mata, waktu letunya kurang lebih 4 detik.


3. Senjata Serta Klasifikasinya

I. Berdasarkan Kegunaannya

a. Untuk Infantri (Regu), misalnya: Pistol (Revolver/Colt, FN), Rifle/Laras Panjang (M-16, AK-47, SS-1, Calibre 30, FN, FAL), Granade Launcher/Pelontar Geranat (Gas Air Mata), LMG/Long Mechine Gun (RFG/Basoka, MGA, Bar), Shoot Mechine Gun /SMG ( Uzi).
b. Untuk Artileri, Misalnya: Mortar (-+ 5 Orang), Stengger, Howitzer dan Rudal/Peluru Kendali.
c. Untuk Kaveleri (berkendaraan), misalnya: Tank, Kuda dan Panser.

II. Berdasarkan Jarak atau Sudut Tembaknya

a. Flat Tragectory (Lebih kecil dari 45°), contohnya Rifle;
b. Medium (Lebih Tepat 45°), contohnya Bar; dan
c. High (Lebih Besar dari 45°), contohnya Mortar.

4. Istilah-istilah dalam Persenjataan

1. Loaded: senjata dalam keadaan siap tembak dimana Cartride telah masuk dalam Chamber (kamar peluru).
2. Unloaded: senjata dalam keadaan tidak terkokang atau kosong, karena cartride belum masuk ke dalam Chamber.
3. Keeping and Maintenance (Perawatan Senjata), misalnya Barrel jangan sampai kotor, Spring atau per harus selalu diberi pelumas atau minyak.
4. Zerroing: mengkondisikan atau mengukur, antara lain:

 Back Sigh (kekerasan belakang);
 Front Sigh (kekerasan depan);
 Barrel (laras); dan
 Target.

5. Muzzle Velocity: kecepatan peluru saat meninggalkan Barrel.
6. Rifling atau Ridge and Grove: guratan-guratan dalam Barrel yang membuat jalannya peluru berputar, sehingga mampu menembus kerapatan udara.
7. Maximal Effective Range: jarak efektif maksimal yang dapat ditempuh peluru.
8. Subtained Rate: kemampuan rata-rata senjata mengeluarkan peluru.
9. Cycle Rate: kemampuan senjata mengeluarkan peluru permenit.
10. Miss Fire: kerusakan pada senjata, misalnya firng pinenya tidak berfungsi atau patah.


5. Part of Gun (Bagian-bagian Senjata) secara umum

1. Trigger (Pelatuk/Picu)
2. Safety Trigger (Pelindung Picu)
3. Piston Grip
4. Butt (Popor)
5. Chamber (Kamar Peluru)
6. Barrel (Laras)
7. Cover Barrel (Pelindung Laras)
8. Magzine (Tempat Peluru)
9. Magazine Catch (Pengaman Magazine)
10. Front Sight
11. Back Sight
12. Hammer
13. Firing Fine
14. Bult (Rumah Firing Fine)
15. Plunger
16. Cocking Handle
17. Safety Catch (Pengaman Senjata)
18. Exactor
19. Ejector
20. Gas Port


II. TACTIC I

CRAWLING

 Cara bagaimana mendekati dan menjauhi musuh. Crawling yang baik adalah dapat mendekati dan menjauhi musuh tanpa diketahui lawan dan selamat.

Macam-macam Crawling

1. Goshwalk (Jalan Hantu): memerlukan kesenyapan, waktu, extra hati-hati dan biasanya dilakukan pada malam hari. Contohnya mendekati daerah lawan yang banyak terdapat daun-daun atau ranting kering;
2. Bending (Jalan Bungkuk): lari membungkuk dari cover yang satu ke cover yang lain, biasanya dilakukan dalam rangka penyergapan atau penyerangan;
3. Monkey Craw (Jalan Monyet): jalan jongkok ini dilakukan memerlukan kesenyapan, waktu dan extra hati-hati. Hampir semua medan dapat dipakai baik di desa maupun di kota, siang ataupun malam. Harus banyak sprot jump;
4. Merangkak (seperti bayi): memerlukan kesenyapan, waktu dan medan biasanya sulit. Contohnya lorong-lorong, kawat berduri dan pinggir-pinggir tembok yang ada jendelanya;
5. Terlentang, memerlukan kesenyapan, waktu dan medan biasanya sulit. Contohnya lororng-lorong dan kawat berduri, biasanya digunakan untuk operasi gerilyawan, teroris ;
6. Kitten Craw (Jalan Kucing): membutuhkan kesenyapan, medan biasanya dekat markas, rumah biasa dipakai gerilya, teroris, penyanderaan juga untut silent weapon;
7. Leopard (Jalan Macan Tutul): membutuhkan kesenyapan dan waktu, untuk semua medan.


SEARCHING TERRAIN (Mengamati Medan)

1) Membuat Tanda (Landmark);
2) Amati secara keseluruhan; dan
3) Amati yang terdekat lalu yang terjauh.


EXTIMETING DISTANCE (Cara Mengukur Jarak)

1) Sound and Blast (Cara mengukur jarak dengan suara dan cahaya);
2) Appereances (Cara mengukur jarak dengan melihat besar kecilnya suatu benda); dan
3) Natural Fenomenal (Cara mengukur jarak dengan fenomena atau kebiasaan alam), contohnya jarak antar tiang listrik, telpon.

Hal-hal yang mengecoh Extimeting Distance:

1) Posisi kita dengan matahari, matahari berada dibelakang kita dan objek serta target dihadapan jarak akan terasa jauh sedangkan matahari dihadapan kita dan objek serta target diantaranya jarak akan terasa dekat.
2) Posisi kita berada diatas bukit atau gedung dan objek dibawah, maka jaraknya terasa jauh sedangkan posisi sebaliknya jaraknya terasa dekat.
3) Objek di posisi yang sempit, misalnya objek berada ditengah-tengah rel akan terlihat dekat.


FIRING POSITION/OBSERVATION/COVERING (Posisi Menembak, Mengintai dan Berlindung) Hal-hal yang perlu diperhatikan:

1) Jangan tanggung-tangung, disesuaikan dengan medan tidak bergerak yang tidak perlu dan mengambil posisi yang enak;
2) Mengambil posisi yang enak, tercover baik tembakan maupun pengintaian;
3) Bila ditonggak jangan mengambil posisi diatasnya, tetapi disamping, jongkok atau tiarap;
4) Di tanah lapang, carilah lekukan dan tiarap;
5) Di semak-semak, jangan menyibak tetapi dari samping atau belakang tiarap;
6) Di pepohonan, jangan berdiri tetapi tiarap dibelakang atau samping;
7) Di gundukan, jangan di atas tetapi tiarap dari samping atau belakang;
8) Di bukit, jangan di atas tetapi dilereng; dan
9) Di atas pohon, jangan merangkul tetapi berdiri.


NIGHT VISION (Melihat Malam)

1) Object bercahaya jangan dipandang langsung, tetapi lihat dari arah sebelahnya 6-10 derajat baru lihat objeknya;
2) Tutup sebelah mata bila mata tersorot sinar berlawanan, setelah sinar berlalu mata baru dibuka; dan
3) Sering mengadakan latihan.


SELECTING ROUTE (Menyeleksi/Memilih Jalan)

1) Hindari area terbuka, cari yang bercover, contoh: hutan, lereng gunung, semak-semak dan pinggir sungai;
2) Hindari tempat-tempat yang menimbulkan suara pada malam hari, contoh: jalan-jalan yang bebatuan, rumput dan ranting/dedaunan yang kering;
3) Manfaatkan medan yang sulit, contoh: rawa-rawa, hutan dan kebun karet.
4) Hindari route yang ada orang, contoh: perkebunan rakyat, daerah yang rumputnya lebat;
5) Hindari jalan setapak didaerah gerilya dan daerah kontak dengan musuh;
6) Hindari perkampungan, jaln menuju kampung dan daerah yang ada mata airnya;
7) Cari route alternatif lain; dan
8) Pelajari peta sebelum berangkat.


MOVEMENT (Pergerakan)

1) Persiapan pribadi, a.l.: mental, fisik, ilmu, perlengkapan harus diC3kan, jangan ada bunyi-bunyian takala bergerak (benda yang bunyi diikat dimasukan ketas), sepatu karet, pakai pakaian yang longgar agar nyaman, memakai topi jangan yang kaku tetapi yang lentur, jangan membawa benda-benda yang tak perlu.
2) Cara bergerak, a.l.:

 Dari interval yang terdekat;
 Selidiki tempat yang akan kita tuju;
 Bergerak dengan zig zag dimedan terbuka;
 Memanfaatkan gelap, kabut, asap dan sebagainya yang bisa dijadikan cammoplage;
 Bila mengagetkan kawanan burung, berhenti tiarap lalu observasi;
 Bila menyebrang sungai, carilah lekukan lakukan dengan sigap dan senyap;
 Bergerak pada arah angin yang meninggalkan kampung;
 Disawah yang dihabis dibajak ikuti alurnya;
 Dipohon ilalang yang tertiup angin, tiarap dibawahnya ikuti arah angin; dan
 Manfaatkan suara hujan, halilintar, peluru dan sebagainya.


FINDING DIRECTON (Mencari Arah)

Dengan melihat perubahan alam dan kebiasaan, a.l.: Siang hari:

 Kompas;
 Silet taruh diatas air;
 Kuburan Islam;
 Tongkat ditancapkan pada tanah; dan
 Contur pohon, lebih rapat adalah arah utara dan yang kering menghadap ketimur.

Malam hari:

 Bintang 7, bisa dilihat jam 12 malam s.d. pagi;
 Bintang W (Cassiopera), bisa dilihat dari sore s.d. pagi;
 Bintang layang-layang; dan
 Bintang Timur (Panjarino/Lintang Panjarino), bisa dilihat dari tgl 1-14 ada disebelah Barat sore hari dan dari tgl 14-30 ada disebelah Timur pagi hari.
Garis Khatulistiwa ikut mempengaruhi keberadaan lintang.


CHALLENGE AND PASSWORD

 Adalah kode atau sandi untuk mengidentifikasikan musuh atau kawan.
Adapun caranya adalah dengan:

1) Angka : Angka harus ganjil, yang bertanya angka terkecil dan jarak sipenanya dengan yang ditanya 3 meter.
2) Kalimat atau kata : Kalimat atau kata harus yang sulit dan tidak saling berhubungan, caranya
untuk penanya kalimat atau kata biasanya satu kali dan penjawab dua kali.


TINDAKAN TERHADAP FLARA, RANJAU DAN KAWAT BERDURI

1. Flara (Peluru Cahaya), tujuannya untuk mengetahui posisi kita atau keberadaan musuh. Cara menghindarinya, adalah:

 Tiarap, sampai cahaya hilang; dan
 Cari cover dan diam.

2. Ranjau (Trip Ware), cara menghindari dan menjinakannya adalah:

 Beri tanda;
 Informasikan kepada yang lain;
 Jaga kesenyapan; dan
 Cari penjinak ranjau.

3. Kawat berduri

 Bila ingin diputus, ikat dan naikan keatas dan kebawah;
 Beri kain dan baru diputus; dan
 Apabila menemukan kawat yang telah terputus dan membentuk jalan, hati-hati jalan dilewati karena biasanya itu sebuah jebakan.


SILENT WEAPON (Senjata Yang Tidak Berbunyi)

 Pemakainya harus kuat phisik, ahli dalam tehnik pemakaian dan ahli dalam crawling (kesenyapan); dan
 Sifat alatnya menusuk, memukul, mencekik dan peracun.
Contohnya: panah, tali, pisau, kayu, bata yang dibungkus, gada (tegah-tengah pohon kelapa) dan garotte (kawat pencekik).


NIGHT NAVIGATION (Pergerakan Malam Hari)

1. Bergerak dengan Interval terdekat dan kesenyapan;
2. Belakang topi/helm diberi kertas yang bisa memantulakn cahaya (laminus paper)/kunang-kunang/jamur;
3. Saling kontrol, mengetahui posisi teman;
4. Sering menghitung jumlah pasukan, terutama :

 Waktu berangkat dan setelah berhenti;
 Setelah menyebrang sungai;
 Setelah melalui daerah berbahaya/sulit dilalui;
 Setelah melalui daerah musuh; dan
 Setelah kontak dengan lawan.


REPORTING (Laporan)

1. Minimum : What (apa), Where (dimana) dan When (kapan); dan
2. Lengkap : Size (ukuran), Activity (aktifitas), Location (lokasi), Unite (kesatuan), Time (waktu) dan Equipment (perlengkapan persenjataan).
3. Syarat laporan : jelas, lengkap dan tepat waktu.


III. TACTIC II

1. TRANCHES (Lubang Perlindungan)

 Lubang tempat tentara berlindung dan bertahan dari tembakan lawan.

Bentuk-bentuk Tranches, adalah :

 1 Orang posisi tidur (tiarap);
 1 Orang posisi duduk;
 1 Orang berdiri; dan
 2 Orang berdiri + tidur (tiarap).
Cover buatan (Parafet) diletakan diatas Tranches.


2. CLEARINGFIELD (Pembersihan Area)

 Perencanaan dan pembuatan cover buatan sehingga kita mudah mengobservasi dan sulit diobservasi.


3. ARTIVICIAL COVER (Pembuatan Cover Buatan)

 Pembuatan Perlidungan tembakan atau cover.


I. HEALTH AND HYGIENE (Kesehatan dan Kebersihan)

A. Adalah usaha untuk menjaga kesehatan sesuai dengan kondisi medan, tujuannya agar sehat dan siap tempur.

Caranya :

1) Jaga Kesehatan & Kebugaran
2) Kesehatan telapak kaki agar kaki tetap kering dikasih bedak atau minyak commando (bawang merah diris dicampur minyak kelapa), memakai sepatu & kaos kaki 2 lapis kering yang terbuat dari bahan nilon atau katun.
3) Jika banyak berkeringat, minum air + garam
4) Selesai jalan atau lari apabila istirahat sejenak lakukan dengan dinamis
5) Makan yang benar (baik, bersih & teratur)
6) Mandi minimal seminggu sekali, kalau tidak ada air di lap
7) Manfaatkan waktu istirahat sebaik-baiknya (disiplin waktu)

Doktrin Tentang Kesehatan

1. Kita harus yakin bahwa Allah menolong kita, seandainya kita gugur, kita SYAHID
2. Mempersiapkan diri untuk menghadapi segala kondisi
3. Jaga kebiasaan makan yang baik (1 hari 2x)
4. Percaya diri & yakin kita bisa berperang, karena kita pernah berlatih
5. Percaya & yakin pada komandan, bahwa kita benar-benar dibutuhkan
6. Jangan membayangkan yang bukan-bukan terhadap kehebatan musuh
7. Bila tinggal dalam waktu lama, bikin WC
8. Bila tinggal disuatu tempat & akan meninggalkannya, lakukan operasi semut (pembersihan area tanpa meninggalkan jejak)


II. INDIVIDUAL PROTECTION (Perlindungan Pribadi)

 Cara melindungi diri dengan memadukan skill & naluri atau insting guna kesuksesan bertugas.

 Caranya:
1. Senantiasa berlatih dengan kondisi yang sulit
2. Kerja sama, mempelajari tugas orang lain, siap menggantikan posisi orang lain
3. Mengetahui sistim identifikasi (Challenge & Password)
4. Jaga kontak dan komunikasi dengan kawan & pimpinan
5. Cara kontak & komunikasi dan atau sebelum bertemu dengan musuh gunakan bahasa isyarat, apabila diketahui gunakan cara biasa
6. Pilih posisi menembak
7. Tembakan harus agresif (maksimal), yaitu semakin besar penyerangan semakin besar perlindungan (cover)
8. Harus VERSIBILITY yaitu mampu bereaksi dengan cepat & efektif dalam menghadapi segala taktik musuh


III. KELEMAHAN TANK

1. Tank mandiri harus dikawal infantry
2. Medan gerak terbatas (tebing, sawah, rawa, hutan lebat)
3. Bagian yang agak tipis: kolong, belakang, samping & tured (node)


IV. SPORTING FIRE, FIRE SUPERIORITY, MOVEMENT (Tembakan Bantuan, Tembakan Mengungguli, Pergerakan)

1. Tembakan Bantuan, biasanya menggunakan jenis senjata ringan misalnya LMG. Fungsinya untuk membuka serangan, melindungi pasukan penyerbu (saat maju/mundur)
2. Tembakan Mengungguli, tembakan mengungguli musuh sehingga musuh tidak sempat membalas
3. Pergerakan, pergerakan dalam perang


V. MENGHADAPI KONTAK DENGAN MUSUH

1. System Jam (Clock System), adalah bergerak dengan system jam 12-an, angka 12 terletak dimuka kita & menggunakan 2 angka arah jarak/langkah
2. Firing & Covering, adalah menembak & bergerak secara bergantian saling melindungi
3. Firing Manuver, adalah menembak & bergerak sementara yang lain manuver
4. Immediate Action Drill, adalah aplikasi (penerapan secara keseluruhan) dari CS → FC → IMD secara cepat & tepat


VI. TINDAKAN MENETAP (PASIF)

1. Pembersihan Area
2. Pembuatan Perlindungan
3. Pembuatan Cover buatan
4. Membuat kotruksi yang baik
5. Membuat Pos & jalan penghubungnya
6. Membuat lubang perlindungan & jalan penghubungnya
7. Membuat system keamanan & pertahanan yang mantap (keluar masuk area, pengambilan air & sistim cahaya)
8. Jaga Waktu-waktu stand to (lengah, yaitu ± jam 2 s.d. 5 subuh, jam 11 s.d. 1 malam & jam 5 s.d. 7 pagi).
9. Koordinasi, komunikasi, kerjasama siap menggatikan posisi orang lain.


PERTAHANAN TERHADAP ZAT KIMIA, BIOLOGI & RADIOAKTIF

1. Kimia, kain dicelup ke air, selimuti seluruh badan, kalau gas air mata cukup muka saja, bawang merah dipotong taruh dihidung.
2. Biologi, berhenti makan sayuran/tumbuh-tumbuhan & hewan akibat pencemaran virus.
3. Radioaktif, cari cover ketika terjadi kebakaran, buat perlindungan & penutup cover, kain basah menyelimuti tubuh terutama hidung.


PROPAGANDA MUSUH  Usaha mempengaruhi kita, agar kita melakukan upaya yang sesuai dengan keinginan musuh, melelalui penyebaran inforemasi dan issu-issu.  Segala usaha mempengaruhi kita agar kita lemah semangat tempurnya dan tidak efektif dalam bertempur melalui penyebaran informasi dan ide-ide yang disebarkan. Teknik Penyebaran Propaganda:
1. Selebaran melalui pesawat/ tembakan artileri
2. Melalui alat telekomunikasi/radio dsb
3. Rapat Umum
4. Melalui Issu (rumor)

Jenis-jenisnya:
1. Komersial
2. Politik
3. Agama
4. Militer

Cara menghadapi Issu:
1. Harus paham tujuan kita
2. Gunakan akal sehat & kecerdasan
3. Berlatih, percaya diri & ta’at terhadap organisasi/jama’ah/tan’zim
4. Jangan langsung sebarkan rumor
5. Tanyakan sumbernya

Contoh:
1. Kalau tidak menyerah akan mati konyol
2. Pimpinan kamu sudah menyerah & bergabung
3. Jika menyerah dibebaskan, dikasih harta,dikasih kedudukan dsb
4. Pemimpin kamu dictator, pembelot dcb
5. Cara memecah belah melalui SARA


MENGINGAT PERJALANAN (MEMORING ROUTE)

1. Lihat peta (denah)
2. Mengirim scout/pemandu jalan
3. Mengkombinasikan antara peta & scout
4. Fenomena Geografi

 Keadaan alam, hewan, tumbuhan & tanahnya (yang dominan)
 Area dengan cirri khas tertentu
 Kebiasaan arah angin yang berhembus disuatu daerah

5. Fenomena Demografi

 Adat istiadat, bahas penduduk disuatu daerah
 Memakai patokan khusus misalnya candi, gedung, menara dsb

6. Arah tembakan artileri, mendekati area yang seharusnya didekati bukan sebaliknya



COMBAT INTELLIGENT & COUNTER INTELLIGENT

Intelligent adalah segala usaha untuk mendapatkan informasi tentang musuh, medan dan cuaca untuk perencanaan dan pelaksanaan operasi militer di suatu daerah. Informasi tentang musuh:

a. Yang tampak (jumlah, senjata, perlengkapan)
b. Yang tidak tampak (moral, pengalaman, taktiknya)

Kesemuanya menetukan kita dari:

a. Jumlah dan kualitas prajurit yang akan dioperasikan
b. Perlengkapan yang dibawa

Informasi tentang medan:

a. Permukaan tanah
b. Kemiringan tanah, dan
c. Floranya/tumbuh-tumbuhannya

Semuanya menentukan skill dan peralatan. Informasi tentang Cuaca: terang gelapnya suatu daerah ini menentukan senjata dan perlengkapan.

Menanggulangi Mata-Mata:
1. Deteksi segala usaha musuh
2. Cegah musuh mengetahui tentang kita, mencakup: rencana, kegiatan, struktur, dana, senjata dan juklak, dan
3. Mengecoh musuh dengan informasi palsu.

Macam-macam informasi:

1. Informasi positif: informasi tentang musuh yang sedang berlangsung disuatu tempat
2. Informasi negatif: laporan tentang sesuatu yang biasanya berlangsung, tetapi saat itu tidak terjadi.

Sumber-sumber Informasi:

1. Pasukan sendiri (fasilitas Terjamin):
 Pasukan yang baru pulang bertempur
 Pasukan yang baru pulang mengintai
2. Simpatisan: merupakan sumber informasi dan penyuplai logistik
3. Masyarakat umum
4. Dari musuh, mencakup: tawanan, dokumen, tanda-tandanya dan aktifitasnya

Bentuk dari Combat Intelligent:
1. Merencanakan usaha pengumpulan informasi dan melaksanakannya
2. Menganalisa informasi yang baru dan dipadukan dengan yang lama
3. Membuat kesimpulan
4. Menyebarkan hasilnya kepada yang berkepentingan

Peranan Kita Dalam Intelligent:
1. Amalkan C3
2. Patuhi langkah-langkah pengamanan : CPW, foto-foto dan catatan yang yang dibawa, jangan gunakan kode-kode kesatuan dalam surat pribadi dan hati-hati berbicara dengan orang lain.
3. Lappporkan orang-orang yang dicurigai, orang yang berupaya mendapatkan benda-benda/rahasia kita
4. Antisipasiagar musuh tidak memanfaatkan anak-anak, wanita dan orang tua
5. Jangan terlibat dalam bisnis gelap
6. Perhatikan dan pikirkan hal-hal yang harus dilakukan bila kita tertangkap, bila akan tertangkap, musnahkan dokumen dan identitas.

Tawanan Perang (POW)
1. Geladah: sita barangnya dan catat siapa, dimana, kapan dan sang pelapornya siapa
2. Diklasipikasikan (di pisah): Sipil (anak-anak, orang tua, dewasa), Militer (sesuai pangkatnya)
3. Di pisah-pisahkan, tujuanya: jangan ada kontak dan komunikasi satu sama lain, menghindari pelarian massal
4. Cepat terima ke garis belakang untuk di interogasi
5. Lindungi dari usaha pembunuhan dan pelarian, jangan biarkan orang lain memberi makan.
Kurir/Pesan (Massage dan Massanger) Pesan : ide / pesan seseorang yang dikirim oleh orang lain, baik lisan maupun tulisan Cara penyampaian:
 Kurir
 Kurir yang memakai alat komunikasi

Syarat Pesan:
Jelas, ringkas dan komplit
Memakai tulisan dengan hurup balok, pakai tanda titik dan silang

Penggolongan Surat:
 Kilat/Express,
 Segera, dan
 Biasa
Contoh surat: RAHASIA 21FEBRUARI0900WIB DARI DANTON ALFA UNTUK DANKI 3 10 TENTARA BERKEMAH DIZA7214 PADA JAM 8.30 WIB X PATROL BERGERAK KE BUKIT 30 30 X DANTON ALFA SERDA ALI Contoh Alpabeth: A=Alfa B=Bravo C=Charli D=Delta Syarat

Kurir:
1. Pakar Penyampai pesan
2. Pakar dalam ketepatan waktu saat membawa pesan
3. Ahli dalam mebaca peta (Mapreading)
4. Ahli dalam memilih route yang tersembunyi
5. Ahli dalam mengingat dan mengenal orang-orang yang terlibat dalam komunikasi
6. Selalu meminta tanda terima, lisan/tulisan
7. Bila akan tertangkap, baca peta cepat dan musnahkan petanya


BERTAHAN HIDUP, MENGHINDAR DAN KABUR (SURVIVAL, EVASION AND ESCAPE)

 Bertahan Hidup: usaha mempertahankan hidup dengan bekal minimal
 Menghindar: Usaha menghindar supaya tidak tertangkap pada saat dikepung musuh, kembali kepasukan induk
 Kabur: Usaha kabur pada saat tertawan musuh

Saat-saat kita harus kabur secepatnya:
 Musuh masih dalam keadaan sibuk
 Kita masih mengeanl medan
 Kita masih fit dan segar bugar

Bila tertangkap musuh lebih lama, sulit kabur COUNTER GEURILLIA (MENGHADAPI GERILYA) Taktik gerilya adalah taktik individu dan taktik kesatuan kecil yang mau dimodifikasi, disesuaikan dengan sikon dan keperluan. Tujuan gerilya:

1. Melemahkan kemampuan tempur dari tentara
2. Melemahkan efektifitas produksi
3. Melemahkan kemampuan aktifitas politik
4. Melemahkan semangat negara donatur

Ciri-ciri gerilya: Simfatik, opensif, regresif dan kreatif Hal-hal yang menguntungkan gerilyawan:

1. Memiliki motivasi yang tinggi
2. Lebih mengenal medan
3. Sulit dikenali:

 karena tak kenal seragam, senjata dan taktik,
 punya cover story yang bagus
 malam hari tentara siang hari propaganda

4. Mempunyai kebebasan bergerak sendiri
5. Ynag menentukan kapan terjadinya pertempuran
6. Control pemerintah yang kurang
7. Komunikasi yang sulit


TAKTIK MENGALAHKAN GERILYA (COUNTER GEULILLIA)

 Budi pekerti yang baik
 Security Minded (hati-hati berbicara, pandai menyimpan rahasia)
 Kemampuan fisik dan mental yang tangguh
 Kerjasama kesatuan kecil
 Mengenal medan dengan baik
 Inteligent yang akurat dan tepat waktu
 Melakukan operasi malam hari


MEMBENTUK FORMASI ( SECTION FORMATION) Pertimbangan pemilihan:

Melihat medannya
Kemudahan kontrol pasukannya
Kesempurnaan taktikal (Integrity)
Kemungkinan terdekat (Visibility)
Kemungkinan dengan arahnya serangan Bentuk-bentuk formasi:

SINGLE FILE

Kelebihan dan Kekurangannya:
 Bisa bergerak, baik untuk jalan sempit
 Tembakan samping leluasa
 Tembakan kedepan/kebelakang tidak leluasa
 Sasaran empuk dari samping

FILE

Kelebihan dan Kekurangannya:
 Menembak kesamping leluasa
 Menembak kedepan sulit
 Sasaran empuk dari samping
R
R
R
R
C
B
R
W
MG
MG
R
MG
R
MG
B
C
R
R
W
R

ARROW HEAD

Kelebihan dan Kekurangannya:
 Memerlukan medan yang luas
 Tembakan segala arah, kontrol lebih mudah

DIAMOND

Kelebihan dan Kekurangannya:
 Medan luas
 Tembakan kesegala arah
 Kontak lebih mudah

EXTENDED LINE
C
R
R
R
R
B
MG
W
MG
R
MG
W
R
B
C
R
R
R
R
MG
R
MG
W
MG
R
R
C
R
R
R

Kelebihan dan Kekurangannya:
 Bagus untuk menekan dan menyerbu musuh
 Sasaran empuk dari samping
 Medan sangat luas

BAHASA ISYARAT (FIELD SIGNAL)
1. Tanda perhatian (peluit)
2. Kekiri dan kekanan: 2 tangan digerakan kekanan dan kiri di depan dada
3. Percepat: mengepal sejajar bahu di samping, digerkan dari atas kebawah
4. Perlambat: mengacung kesamping kebawah, digerakan 450 ke atas
5. Berhenti: mengepal sejajar dengan bahu disamping tidak digerakan
6. Mundur: acungkan jempol ke belakang di sampingh kepala
7. Ambus: sambut ke kanan / ke kiri
8. Ke kiri / kanan: menunjuk dengan telunjuk
9. Lindungi saya: 2 tangan disatukan, 2 dua jari disatukan didepan dada
10. Apakah anda siap: acungkan 4 jari didepan dada
11. Tidak paham / tak jelas: tangan digerakan ditelinga
12. Saya paham / jelas: jempol didepan dada
13. Laksanakan: kode sembelih leher dengan tangan
14. Ada musuh: acungkan jempol ke bawah
15. Tak ada musuh: acungkan jempol kanan / kiri di atas ke belakang
16. Formasi: 2 tangan ½ lingkaran diatas kepala
17. Perintah batal: 2 tangan di kepal disilang didepan dada

HAMBATAN JALAN (ROAD BLOCK) Syaratnya:
1. Ada unsure kejutan sehingga sopir lambat mengetahui, misalnya setelah tanjakan, tikungan
2. Musuh tidak bisa keluar (menghindar)
3. Musuh tidak bisa mundur
4. Sulit dilalui
5. Bisa di cover atau dilindungi dengan tembakan kita
6. Ada area mundur dengan pelindung (with drowel)
7. Kita dapat melaluinya

Prinsip penghalang jalan dalam pembuatan:
1. Jalan yang meuju dibuat sulit
2. ada unsure kejutan
3. harus sulit dihindari / disingkirkan
4. jenis road block, kombinasi antara alam dan buatan
5. punya area cover, with drowel untuk jalur suplay

Jenis-jenisnya:
1. Dari segi waktu: yang permanen (jembatan dihancurkan, jalan yang dihancurkan), yang sementara (portal)
2. Dari segi jenis barang: alami (lobang di cover, pohon besar), buatan (coran blok)

PEMBURU TANK (TANK HUNTING) Kondisi yang tepat:
1. Musuh dalam keadaan kacau
2. Tank keluar dari formasi
3. Tank tidak dikawal infantry
4. Mobilisasi musuh berkurang/ berhenti

Organisasi pemburu tank:
1. Tank Killing Group (Grup Penghancur Tank): tugasnya menghancurkan, terdiri dari 2 orang, senjatanya anti tank (ranjau, bom temple)
2. Covering Group (Grup Pelindung): tugasnya melindungi kelompok penghancur dari infantry dan kru tank, sehingga penghancur tank tidak terdeteksi, senjatanya Rifle, LMG

Cara menyergap:
1. langsung di tembak dengan senjata anti tank (RPG, Bom)
2. usahakan tank berhenti: kasih besi dirantainya, perangkapnya (hujani denganpeluru, buka tutupnya masukan granat)

With drowel:
1. Route harus sudah direncanakan
2. Jika mungkin bawa alat angkut untuk yang cidera (patah kaki, patah tulang dsb)

Selection Route:
1. Pelajari Peta (topografi, demografi)
2. Buat route alternatif
3. Hindari tempat yang biasa dilalui manusia

TAKTIK BAGIAN DARI STRATEGI

Taktik Dasar ( C 3 ), yaitu cikal bakal Inteligent:
1. Comount Flage (kamuplase): penyamaran warna yang tujuannya menyamarkan warna asli menyesuaikan medan (mis: pencuri memakai pakaian gelap pada malam hari)
2. Cancelment (menyamarkan): penyamaran bentuk bertujuan untuk menyamarkan semua jenis bentuk asli supaya musuh tertipu (mis: membungkus semua alat – alat perang / buat alat-alat perang tiruan
3. Cover (Pelindung/perlindungan): tujuannya melindungi diri dari intaian dan tembakan musuh baik dari darat maupun dari udara, macamnya: cover alam yaitu cover yang digunakan / dimanfaatkan yang ada disekeliling kita (pohon, tunggul/tunggak pohon, batu karang, galangan, parit dsb); cover buatan yaitu suatu bentuk perlindungan yang sengaja di bentuk oleh manusia yang disesuaikan dengan kondisi (tumpukan karung, tembok, besi, kaca anti peluru, topi baja, kawat yang rapat), cover ini tidak menjamin perlindungan dari penglihatan.

Hal-hal yang membuat objek menjadi jelas:
1. Silhouette: objek menjadi jelas karena background (latar belakang) yang jelas/terang
2. Shine: Objek menjadi jelas karena ada cahaya yang berasal dari objek itu sendiri (rokok, jam, kaca mata, cincin, senter)
3. Space: Objek akan menjadi jelas karena jarak tetap dan teratur (berjalan berbaris)
4. Sky line: Objek menjadi jelas karena background yang terbuka (berjalan diatas bukit/pantai)
5. Surface: Objek menjadi jelas karena keluar dari permukaan (mengintai dengan menanpakkan diri)
6. Shadow: Objek menjadi jelas karena bayangan objek itu sendiri
7. Shape: Objek menjadim jelas karena bentuknya spesifik (jelas)
8. Movement: Objek menjadi jelas karena adanya gerakan dari objek


................................................................................

RUANGAN DOWNLOAD

Untuk mendapatkan buku ini dalam bentuk PDF, agar kelihatan rajah-rajahnya dan kelihatan lebih tersusun, sila klik di sisi

..................................................................................

2 comments:

  1. Ilmunya luar biasa akhy, jazakallaah khoyr

    ReplyDelete
  2. Terimakasih informasi nya gan, sangat bermanfaat, jadi tau banyak tentang asas ilmu perang :)
    ditunggu kunjungan baliknya yaah ,

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...