Friday, March 2, 2012

Teknik Dan Cara Ightiyal

Mengobarkan Semangat Para Mujahidin PerwiraUntuk Menghidupkan SUNNAH IGHTIYAL (Bag.8)

by Fulanah Binti Fulan on Thursday, 1 March 2012 at 21:44 ·

BERBAGAI TEKNIK DAN CARA IGHTIYAL

Pertama: Rangkaian Bahan Peledak Yang Dikendalikan Dari Jarak Jauh Tanpa Kabel (Remote Control)

Perangkat ini termasuk yang paling bagus untuk amaliyah ightiyalat dan yang paling terjamin keamanannya, baik untuk personal mau pun kelompok, yang bertanggung jawab mau pun perancang program.

Bahan-Bahan Yang Diperlukan:


  1. Perangkat pengirim sinyal tanpa kabel (remote kontrol).
  2. Perangkat penghubung dengan remote kontrol untuk membuat nomor aman saluran. Penghubung ini dirangkai antara baterai dan remote kontrol. Bisa juga penghubungnya dipisah, akan tetapi dihubungkan dengan perantara sinyal udara.
  3. Kotak bom, yang menjadi pihak penerima sinyal

Dalam melaksanakan operasi ini, harus diperhatikan hal-hal berikut ini:

  1. Remote control dipegang oleh mujahid I yang menjadi mas’ul, atau amir kelompok. Tidak boleh ada yang tahu nomor sinyal penghubung selain dia sampai ledakan terjadi, karena dikhawatirkan ada orang munafik. Dalam kondisi apa pun, nomor itu tidak boleh diberikan kepada siapa pun.
  2. Perangkat remote control harus dicek dengan baik sebelum dipakai, dan harus dites.
  3. Kotak bom (sebagai penerima sinyal) harus dicek dan ditest dengan bohlamp kecil sebagai ganti detonator. Sebab, ada beberapa perangkat yang bisa menghantarkan arus listrik tanpa ada saklar. Ada juga kemungkinan muncul saluran sinyal lain di udara ketika peledakan yang sama dengan nomor saluran yang sudah ditentukan, sehingga ini akan berakibat sia-sianya pekerjaan tim bahan peledak. Kesalahan pertama adalah kesalahan terakhir dalam kondisi seperti ini.
  4. Memastikan kelayakan kabel listrik yang dipakai di kotak bom yang akan diledakkan yang terhubung dengan tempat isi bahan peledak.
  5. Ketika kotak bom ditanam, tempat penanaman harus disamarkan dengan baik. Demikian juga kabel penghubung dengan kotak pemicu dan tempat bahan peledak. Dan harus dicatat, kotak pemicu ledakkan harus dijauhkan dari tempat isi bahan peledak. Supaya ketika kita ingin memakainya lagi memungkinkan. Tapi kalau kita pastikan tidak akan bisa kita pakai lagi, maka sebaiknya kotak pemicu disatukan dengan tempat isi bahan peledak, supaya modus ightiyal tidak terdeteksi dan juga alat yang dipakai untuk itu. Jika di dalam kota, sebaiknya diletakkan jadi satu dengan bahan peledak, untuk mempermudah penyiapannya dan tidak membutuhkan banyak tempat.
  6. Harus menampakkan kawat khusus mengarah ke nomor sinyal di udara, dengan tetap menjaga kamuflasenya. Jika jaraknya dekat, bom ditanam bersama kotak pemicu.
  7. Ketika peledakan, harus diperhatikan betul, jangan sampai ada penghalang antara kotak penerima sinyal dengan remote pengirim sinyal, khususnya pegunungan atau bangunan besar dan berdinding tebal.
  8. Perangkat penerima sinyal tidak akan berfungsi kecuali jika menerima dua nomor yang sudah disetel:
  9. Nomor saluran.
  10. Nomor penghubung, atau nomor keamanan saluran.
    1. Fungsi nomor ini adalah supaya tidak terjadi kesalahan ketika meledakkan, apalagi di waktu yang tidak tepat, atau ketika ditanam. Kesalahan ini biasanya terjadi ketika ada saluran nasional atau pemancar radio yang mengirim nomor mirip dengan nomor yang sudah disetel.[2]
    2. Jika target bergerak, seperti mobil, kecepatannya harus diukur sesuai jarak yang sudah ditempuh. Artinya, harus diukur juga waktu sampainya sinyal ke kotak penerima. Ini harus dihitung secara detail setelah menghitung jarak dan melatihnya. Sebab, jarak itu berbeda-beda satu sama lain, walaupun pada target yang diam. Tombol tidak boleh dilepas (terus ditekan) sampai ledakan terjadi.
    3. Kunci kotak penerima sinyal (pemicu) harus disetel OFF di saat kotak berisi bahan peledak ditanam. Tidak boleh di ON kan sebelum dites dengan bohlamp kecil, dan tahap terakhir adalah memasang kabel detonator di saat akan meninggalkan tempat peledakan.
    4. Jangan lupa, remote yang mengirim sinyal juga harus dalam keadaan terbuka. Tapi jangan dibuka sebelum orang-orang yang ada di tempat menanam bahan peledak pergi. Atau, buka ketika menunggu mangsa.
    5. Cek lampu bohlamp yang akan digunakan, pastikan ia tidak rusak.
    6. Lama memencet tombol pemicu jarak jauh kadang memerlukan waktu dua atau tiga detik. Maka, biarkan jarimu menekan tombol terus hingga sinyal sampai ke rangkaian penerima sinyal.
    7. Dalam kondisi tertentu, bisa saja memasang tali kotak peledak, supaya kita lolos dari deteksi para pakar bom atau siapapun yang ada di tempat musuh. Alat itu sendiri bisa selamat, sehingga tidak dimanfaatkan oleh musuh.
    8. Kotak penerima sinyal (pemicu) harus ditest dengan Fulltimer, supaya diketahui berapa volt aliran listrik yang harus dikirim, dengan tetap mengawasi kabel dan detonator yang dipakai serta kelayakannya. Ini supaya missi tidak gagal. Dan hati-hati, remote pengirim sinyal kadang mempengaruhi Fulltimer jika jaraknya dekat.

Masalah-Masalah Amniyah Yang Harus Dilakukan Sebelum Operasi Peledakan Dan Setelahnya:

  1. Memilih orang-orang yang berpengalaman dalam melakukan pemantauan dan survei untuk mendeteksi kelemahan musuh dari segi keamanan. Dari sisi waktu, apakah target pada jam tertentu ada di posisi tertentu? Dan dari sisi tempat, apakah ia memiliki lokasi tertentu yang biasa ia kunjungi?
  2. Memilih tempat yang pas untuk tabung bahan peledak, yaitu di lokasi yang pasti dilewati musuh. Seperti persimpangan jalan, pintu masuk gedung, jalan raya. Dianjurkan lokasinya adalah yang menjadikan musuh mengurangi kecepatannya, jika ia mengendarai mobil. Dalam hal ini setiap operasi lain-lain.
  3. Jika tidak ada lokasi yang cocok untuk memaksa musuh mengurangi kecepatannya, bisa saja dengan meletakkan benda-benda yang menjadikannya mengurangi kecepatan. Syaratnya, benda-benda itu tidak boleh mencurigakan.
  4. Membuat gambaran yang jelas tentang kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi sebelum operasi, bagaimana jika terbongkar dan tindakan apa yang harus diambil. Juga, membuat gambaran yang jelas tentang kemungkinan-kemungkinan setelah operasi jika berhasil, dan apa yang harus dilakukan untuk memanfaatkan momen keberhasilan ini.
  5. Mengawasi target sejak dari markaz keberangkatannya bisa memberikan keberhasilan yang lebih, dengan izin Alloh.
  6. Setelah peledakan, tidak mesti harus diikuti gerakan mundur. Dalam beberap kondisi, bisa saja dilakukan penggeledahan terhadap musuh, baik sudah mati ataupun masih hidup, untuk mendapatkan penghasilan lain yang barangkali manfaat banyak.
  7. Membedakan perangkat yang ada sesuai dengan model operasi yang akan dilakukan. Ada remote yang mampu mengirim gelombang sinyal sampai 20 Km, ada yang 7 Km saja. Bahkan, ada yang satu kilometer saja tidak sampai.
  8. Mempelajari ightiyalat yang sudah pernah dilakukan sebelumnya dengan cara yang sama, supaya bisa mengambil pelajaran darinya. Misalnya, ightiyal yang dilakukan terhadap Imam para mujahid, Syaikh Abdulloh Azzam rohimahulloh ta‘ala. Kelemahan sisi keamanannya adalah terdeteksinya waktu dan tempat, waktunya adalah ketika sholat Jumat dan tempatnya adalah Masjid Sab‘u `l-Lail yang menjadi tempat syaikh biasa menyampaikan khutbah Jumat. Bom diletakkan di jalan masuk utama menuju masjid setelah sebelumnya operasi yang sama gagal ketika bom diletakkan di bawah mimbar.
  9. Untuk membuka lingkaran, ditunjuk satu orang saja. Sementara anggota yang lain harus berada di posisi yang jauh. Supaya jika ada kesalahan, korbannya hanya satu.
  10. Survei terhadap target harus sempurna, demikian juga survei lokasi peletakan bom.
  11. Membuat cover yang pas bagi setiap anggota tim survei dan mata-mata.
  12. Kamuflase harus sempurna ketika meletakkan tabung bom, ini bergantung pada kecerdikan pelaku dan seberapa banyak data yang ia miliki tentang target dan lokasi operasi.
  13. Operasi dibagi-bagi ke beberapa bagian, di mana setiap orang bertanggung jawab atas bagian masing-masing, di mana orang lain tidak perlu tahu tentangnya sedikit pun. Yang mengkoordinir ini adalah mujahid yang menjadi mas’ul amaliyah.
  14. Dana amaliyah harus diberikan dari pihak penyandang dana secara kontan sekaligus, supaya operasi tidak terhenti jika terjadi sesuatu.
  15. Latihan menjalankan operasi dan mengawasi setiap anggota di saat latihan tersebut.
  16. Anggota dilarang mengadakan kontak dengan siapa pun sampai selesai operasi. Dan masing-masing anggota harus punya pilihan, ke mana ia akan pergi setelah amaliyah dan bisa hidup di sana, kemudian bekalnya harus cukup untuk setahun. Ini jika orang yang bersangkutan mengambil peran penting, tergantung tugasnya.
  17. Menyiapkan pemindahan semua tim ke luar negeri, menghitung bahaya yang timbul jika salah satu dari anggota pelaku terdeteksi identitasnya, walau pun kemungkinan terungkapnya kecil. Sebab, jika perburuan semakin gencar, lama-lama ia akan tertangkap, lalu bisa merembet kepada pimpinan pengatur dan pelaku.[3]

Cara Kedua: Bom Surat

Saat ini kita akan membahas cara ightiyal kedua, yaitu bom surat dan jenis-jenisnya. Hanya saja, sebelum itu kami ingin membahas dua jenis surat mematikan, yaitu surat yang mengandung bakteri (biologis) dan surat yang mengandung bahan kimia. Tetapi kedua surat seperti ini tidak pernah digunakan, sebab dilarang oleh undang-undang internasional.[4]

Surat Biologis:

Ini adalah alat pembunuh yang sangat berbahaya dan dilarang digunakan oleh undang-undang internasional, karena itu dianggap sebagai bagian dari perang biologis yang merupakan salah satu kejahatan perang.

Surat ini berupa sepucuk surat biasa namun dilumuri dengan sebagian sejenis bakteri yang tahan kering untuk beberapa waktu tertentu, di mana meskipun dalam kondisi kering ia tetap mampu berkembang biak. Satu garam bakteri mengandung antara 10.000 hingga 12.000 bakteri jenis ini. Untuk bisa mengirim 5 bakteri yang bisa membunuh korban, kita cukup membubuhkan 1/1000 gram dalam surat yang akan masuk ke tubuhnya melalui mulut atau luka, kalau korban menderita sakit lambung sebelumnya ia bisa mati seketika, atau tidak lama setelah itu.[5]

Negara dan kekuatan militer mana pun belum ada yang menggunakan surat biologis ini, karena mereka takut akan efek berlipat yang ditimbulkan atau musuh akan membalas dengan cara yang sama ke kota-kota secara menyeluruh. Surat model seperti ini tidak ditemukan kecuali setelah munculnya beberapa jenis penyakit, melakukan penelitian ilmiah, dan menjadikan hewan-hewan menyusui sebagai kelinci percobaan. Akan tetapi, bisa saja mengcounter serangan surat biologis ini dengan membakarnya pada suhu yang sangat tinggi yang bisa menyebabkan bakteri itu mati.

Surat Kimia:

Ini juga alat pembunuh yang sangat berbahaya dan dilarang oleh undang-undang internasional, karena dianggap sebagai bagian dari perang kimiawi yang merupakan salah satu jenis kejahatan perang.

Surat kimia adalah sepucuk surat biasa yang dibubuhi beberapa zat atom (zat petrogen, fosfor), atau salah satu jenis racun yang kuat, atau sejenis gas pelumpuh saraf seperti gas F1 yang system kerjanya tidak nampak.

Kadar bahaya surat seperti ini adalah kemungkinan racun itu masuk ke tubuh manusia, baik melalui mulut, kulit, atau luka, yang mengakibatkan kematiannya secara langsung atau setelah beberapa waktu.

Negara dan kekuatan militer mana pun belum ada yang menggunakan surat kimia ini, karena mereka takut akan efek berlipat yang ditimbulkan atau musuh akan membalas dengan cara yang sama ke kota-kota secara menyeluruh. Modus semacam ini tidak mungkin terungkap kecuali setelah terjadai keracunan dan kemudian diadakan riset.

Bom Surat:

Bom surat merupakan salah satu alat untuk melakukan aksi ightiyalat[6] dan teror serta menebar ketakutan dalam perang rahasia. Ia dirangkai layaknya surat biasa, namun terdiri dari beberapa unsur bahan peledak, detonator dan pemicu yang bisa meledakkan detonator dan bahan peledak tadi ketika surat itu dibuka.

Bom surat memiliki dua jenis yang berbeda dari sisi cara memicunya, yaitu:

  1. Bom Surat yang pemicunya harus terbakar (ada pemantiknya)
  2. Bom Surat yang memanfaatkan tenaga sinar

Bom Surat Yang Berpemantik:

Pada awal penggunaannya, bom jenis ini berupa satu ukuran kecil bahan peledak yang dilengkapi dengan pemantik (baik dipicu secara mekanik mau pun kimia) dan dilengkapi dengan detonator yang diletakkan di dalam sebuah majalah yang dilipat dengan bentuk silinder (seperti halnya melipat majalah yang biasa dikirim melalui pos).

Penyiapan surat jenis ini adalah dengan menempelkan pemantik dan bahan peledak di bundaran sampul majalah lalu mengikatnya dari luar, baik dengan benang atau dengan kertas yang ditempel. Setelah itu, kunci pengaman pemantik ditarik dengan berlandaskan bahwa tekanan dari dinding bom surat cukup untuk mencegah gerakan aliran pemicu. Memutus hubungan ini mengakibatkan terbukanya majalah yang sudah dipasang bom tadi yang selanjutnya gerakan pemantik mulai berjalan dan akan meledakkan detonator serta bahan peledak.

Hanya saja, ukuran pemicu jaman dulu, ukuran beratnya, kemungkinan bisa dilihatnya dari salah satu sisi lingkaran silinder, dan kemungkinan gerakan pemicu bisa mulai ketika tekanan terhadap pemicu turun karena suatu sebab, membuat cara ini tidak selalu bagus untuk digunakan.

Kelemahan-kelemahan ini tidak bisa tertanggulangi secara sempurna walau pun sudah ditemukan pemantik berukuran lebih mini dan beratnya lebih ringan.

Penggunaan batrei listrik mini yang dilengkapi dengan pemutus arus menjamin terbukanya sumbu di saat majalah dilipat, dan berakibat sumbu tetap tertutup manakala majalah dibuka dan tidak ada tekanan.

Ukuran baterai dan detonator tetap menjadi masalah serius dalam menggunakan alat listrik dalam Bom Surat, walau pun penggunaan cara ini tetap popular melalui paket pos berisi bom secara umum (silahkan mengkaji masalah perangkap dan paket peledak).

Seiring dengan perkembangan produksi baterai dan detonator listrik di akhir tahun 40-an dan ditemukannya baterai persegi tipis (panjangnya 2 cm dengan ketebalan kurang dari 1 mm) dan ditemukannya detonator listrik tipis dan kecil, menjadikan kita bisa meletakkan baterai dan detonator di dalam surat tanpa harus mengubah tampilan luar dari surat, apalagi kalau surat itu terdiri dari beberapa lembar kertas dan ditaruh pada amplop yang tebal.

Bom surat modern dirangkai dari baterai tipis berisi air raksa (tipis sekali ukurannya), kawat listrik seukuran rambut tipis, detonator tipis dan bahan peledak yang tipis dan elastis berbentuk kertas seberat antara 10 – 30 gram (bahan peledaknya terbuat dari bahan yang daya ledaknya kuat yang tidak terpengaruh oleh suhu kering dan panas). Ia tidak mengeluarkan bau khusus, dan kedua sisi kawat listrik terhubung dengan baterai, kedua kawat ini tidak berpembungkus dan harus dijauhkan satu sama lain. Keduanya berperan sebagai pemutus yang menghalangi tersumbatnya sumbu. Salah satunya terhubung dengan surat dari beberapa arah dengan benang, membuka surat –walau dibuka dari arah mana pun—menyebabkan ia dekat dengan kawat yang satu dan membuka sumbat yang menutup sumbu, sehingga detonator dan bahan peledak akan meledak. Untuk menutup dua kawat penghubung, bisa digunakan dua garis tebal yang ditulis dengan batu arang (karbon) di bagian luar surat dan amplop, di mana keduanya saling bersentuhan ketika surat dibuka dan mengakibatkan arus terhubung.

Karena detonatornya sangat sensitif dengan benturan, supaya ketika dikirim tidak keburu meledak atau terkoyak, maka amplop yang dipakai haruslah tebal yang tahan bila terbentur dan tahan panas, yang tidak menutup kemungkinan akan terjadi ketika surat itu dikirim.

Baterai di dalam bom surat mungkin sekali ketahuan apabila jumlah kertas surat tidak cukup banyak, sebagaimana bisa juga terlihat menerawang mata apabila amplop atau kertas yang digunakan tembus pandang. Caranya adalah dengan mengarahkan surat itu ke matahari, atau meletakkannya antara alat pendeteksi dan sinar yang tajam. (Ingat, jangan mendekatkan surat ke sumber panas, supaya suhu panasnya tidak mengakibatkan suratnya meledak)

Adapun jika surat itu beramplop tebal dan tidak transparan, maka satu-satunya cara mendeteksinya adalah dengan alat detektor listrik magnetis, yang biasanya digunakan di kantor pos-kantor pos pusat. Caranya adalah menjalankan surat di depan alat tersebut, yang mana ia akan bengeluarkan bunyi tajam ketika terdapat bendar logam (baterai dan kawat) di dalam surat.

Setelah berkembang pembuatan detonator kimiawi dan dibuatnya detonator dari bahan kimia plastik yang kecil, yang cara kerjanya seperti batang korek api ketika surat yang diikat dengan benang sutera dan nilon ditarik, dan setelah digunakannya detonator yang berkulit luar plastik yang tebal, maka kemudian alat detektor listrik magnetis kehilangan fungsinya. Sebab, tidak ditemukan lagi unsur logam dalam bahan-bahan peledak. Alat pelihat dengan sinar laser (seperti yang biasa digunakan dalam kedokteran) juga tidak mampu mendeteksi surat berisi peledak itu, bahkan anjing polisi yang terlatih pun tidak bisa memilah bau bom atau mendeteksinya.

Dan ada tiga cara agar surat berisi peledak itu sampai kepada target yang akan di-ightiyal, walau pun surat itu diperiksa dengan alat detektor listrik magnetis di kantor pos, yaitu:

  1. Menggunakan detonator kimiawi yang anti deteksi.
  2. Meletakkan langsung surat berisi bahan peledak itu ke dalam kontak surat pribadi atau yayasan, tentunya setelah distempel dengan stempel palsu.
  3. Jumlah unsur peledak yang sangat dibatasi, meski pun diperiksa dengan alat detektor listrik magnetis, karena kesalahan dan tidak teliti dalam memilah, apalagi kalau baterainya kecil dan kawatnya lembut (bahkan kadang tidak perlu kawat, sebagaimana kami telah sebutkan), menyebabkan pemeriksaan harus dilakukan dengan sangat teliti jika ingin mendeteksinya.

Untuk menghindari kondisi rawan seperti ini, biasanya kantor yang mendapat ancaman melengkapi kantornya dengan alat pendeteksi listrik magnetis. Alat itu biasanya dipasang pada ring kedua setelah pemeriksaan di ring pertama yang biasanya menggunakan alat pendeteksi biasa di kantor pos. Untuk ring kedua ini, ia bisa mendeteksi peledak biasa yang dirangkai dari bahan logam, meski pun kecil ukurannya.

Dalam kondisi tidak ada alat pendeteksi bom atau alat khusus dalam sebuah lembaga, biasanya surat yang dicurigai bisa terdeteksi karena berat dan ketebalan melampaui batas kewajaran, atau mengeluarkan aroma aneh, atau berisi benda-benda bergerak. Setelah itu, pasti surat itu akan dibuka di ruang khusus tanpa atap (untuk memperlemah tekanan ketika terjadi ledakan) yang dilengkapi meja dari logam dan dinding pembatas (bisa dari logam, bisa dari batu, bisa juga dari semen) berventilasi dan dipasang kaca pengaman anti peluru. Tim khusus yang membuka surat ini di dalam ruang tadi, akan melakukan tindakan-tindakan berikut ini, secara berurutan:

  1. Memutus ujung amplop dengan penjepit (tang) yang terpasang di meja logam.
  2. Menggunting ujung amplop dengan pisau tajam, di mana guratan guntingan tidak melenceng walau pun hanya satu milimeter.
  3. Membuka dua ujung amplop yang telah digunting dengan hati-hati, membukanya seukuran dengan yang bisa dibuka dengan tang logam yang diikat dengan tali sebagai penggerak surat atau menariknya ketika dijepit dengan tang.
  4. Bersembunyi di balik dinding, setelah itu menarik tali pada tang logam, sembari mengawasi melalui ventilasi, sampai surat bisa dikeluarkan dari amplop.

Untuk pengamanan maksimal ketika menggunting ujung amplop atau menjepit surat sebelum ditarik keluar, tim khusus ini menggunakan baju anti peluru, anti robek, dan masker pelindung wajah dan leher, kaca mata pelindung wajah dan telinga, persis seperti kaca mata yang dipakai pasukan altileri untuk melindungi telinga bagian dalam dari tekanan yang timbul karena ledakan.

Bom Surat Bertenaga Sinar:

Ini adalah surat berisi bom, ada peledaknya dan ada detonatornya. Tapi tidak ada pemantiknya. Nah, cara memantiknya adalah dengan sejenis gas, atau bahan kimia padat yang dipasang di dalam surat, yang mana bahan itu bisa ternyalakan hanya dengan sentuhan oksigen. Selanjutnya, detonator dan bahan peledaknya akan meledak.

Unsur gas atau bahan kimia padatnya yang akan menyala itu dipasang di dalam amplop kecil yang sudah hampa udara, yang kira-kira akan terkoyak ketika surat dibuka, inilah yang akan menjadi pemicu terjadinya kontak antara pemantik tadi dengan udara.

Surat yang dipasangi unsur pemantik dari gas ini bisa dideteksi dengan memperhatikan gelembungannya yang tidak wajar seperti halnya surat biasa. Surat ini, dan juga surat yang dipasangi unsur kimia padat, biasa juga dideteksi dengan alat pelihat dengan sinar laser, yang dengan itu akan nampak adanya unsur pemantik (dari gas atau bahan kimia padat) berbentuk hitam tebal.

Perlu diingatkan di sini, bahwa surat-surat yang kita curigai dipasangi bahan pemantik jenis ini, tidak boleh dibuka begitu saja. Sebab asal buka bisa berakibat terbakarnya pemantik.

Cara Ketiga: Ranjau Mobil

Membuat ranjau mobil[7] tidak memerlukan keahlian khusus kelas tinggi atau waktu yang lama. Cukup dengan orang yang punya keahlian secara umum dalam urusan listrik mobil. Ranjau mobil bisa diledakkan cukup dengan kunci starter (swist), membuka pintunya, membuka pintu mesin depan atau belakang, memanfaatkan tabung rem dan as pengikat rem belakang, mesin cadangan di belakang, tabung bensin, atau memanfaatkan cahaya lampu, baik lampu biasa atau lampu atas, bisa juga dengan memanfaatkan tabung pengaman (di bagian depan pengemudi), atau kopling kanan mau pun kiri, atau ketika korban menduduki kursi.

Semua bentuk di atas, prinsipnya bersandar pada:

  1. Aliran listrik mengalir ke tempat bahan peledak, dengan cara apa pun yang telah kita bahas di atas.
  2. Bisa juga diledakkan dengan tekanan, membuka tutup, atau tali.

Oleh karena itu, saat terbaik bagi seorang mujahid untuk meledakkan mobil target agalah ketika mobil itu diparkir di jalan-jalan umum, atau di depan pintu apartemen-apartemen atau perumahan. Sebab, itu sama halnya dengan memasang “peti mati”.

Maka seorang mujahid bisa melakukan operasi perangkap mobil di salah satu waktu berikut ini:

  1. Ketika mobil ditinggal sepanjang malam di jalan umum atau di depan bangunan.
  2. Ketika mobil ditinggal di area parkir khusus untuk mobil, yang biasanya petugas jaga ada di pintu masuknya.
  3. Ketika mobil ditinggal di tempat parkir umum, yang biasanya ada tukang parkir yang sekedar menarik pungutan.
  4. Ketika mobil diletakkan di garansi khusus di rumah atau tempat tertutup.[8]

Beberapa Peringatan Tentang Masalah Security Buat Para Mujahidin Di Sebagian Bumi Jihad, Seperti Palestina:

  1. Mobil sewaan, biasanya ada kunci serepnya yang ditinggal di kantor persewaan. Maka, jika kantor pemberi jasa sewa mobil ini dan pegawai-pegawainya ada yang bekerja pada aparat intelejent seperti Mossad, mereka tidak hanya memberikan kunci cadangan saja, tapi juga akan minta copyan SIM dan alamat tinggal. Supaya, jika yang menyewa adalah mujahid, dia gampang ditangkap ketika dianggap berbuat keliru. Maka, hal ini harus diperhatikan.
  2. Kunci yang khusus untuk rumah atau mobil seorang mujahid, jangan diberikan kepada siapa pun. Sebab, kita khawatir kunci itu akan digandakan oleh orang-orang yang mengintai kita.
  3. Ketika memarkir mobil di area parkir pada malam hari, harus dipegang betul kedisiplinan berikut ini:
  4. Mobil harus ada alarm peringatan.
  5. Meletakkan tanda khusus yang bisa dikenali pada pintu mobil, atau pintu mesin depan dan belakang.
  6. Pastikan, pintu benar-benar sudah terkunci dan aman.
    1. Standart keamanan pada mobil di pagi hari:
    2. Pastikan, tidak ada perubahan terhadap tanda yang sudah Antum pasang tadi malam di mobil.
    3. Ketika ditemukan perubahan, berarti mesti harus ada yang dicurigai. Mungkin saja mobil itu sudah dipasangi ranjau. Maka dari itu, dalam hal ini antum tidak boleh masuk dan duduk di mobil atau menyalakannya. Tetapi harus diperiksa dulu oleh orang yang teliti.
    4. Memeriksa bagian bawah mobil, sebab dikhawatirkan ada bom yang dipasang di bawahnya.
    5. Setiap harus diadakan kontrol keamanan terhadap mobil, rem, lampu, radiator, tabung bensin, roda.
      1. Ketika mobil diparkir di waktu yang lain di jalan raya atau di suatu tempat, sebaiknya ada satu orang yang menjaganya. Jika tidak mungkin, maka standar keamanan di atas mesti dilakukan, dengan cara yang santai dan wajar serta tidak mengundang perhatian orang.

Cara Keempat: Meledakkan Mobil Dari Jauh

Meledakkan mobil dari jauh adalah inovasi baru yang tidak memerlukan rumit dan tidak memakan waktu lama. Secara umum, operasi ini bisa diselesaikan hanya dalam hitungan detik. Caranya, seseorang cukup meletakkan bom di bagian bawah mobil, bisa menempelkannya, bisa juga hanya menaruhnya saja. Di dalam bom tentunya sudah dipasang alat penerima sinyal (pemicu) yang sudah diset pada frekwensi gelombang tertentu.[9]

Dari jarak 50 meter atau 100 meter dari jarak yang bisa dilihat kasat mata, orang yang akan meledakkan berdiri. Dengan alat pengirim sinyal di tangannya (remote kontrol), ia bisa mengirim gelombang tertentu pada alat penerima sinyal, maka secara otomatis target sudah siap diledakkan, cukup dengan menekan tombol dengan jari, habis segala urusan. Para eksekutor kemudian bisa bersembunyi dari peristiwa ini di balik mobil yang sudah disiakan sebelumnya, dengan memanfaatkan suasana kacau yang ditimbulkan akibat ledakan.

Peringatan Buat Para Mujahidin Palestian Yang Diburu Dan Dikhawatirkan Menjadi Sasaran Ightiyalat Oleh Agen Mossad:

Semua mujahid yang merasa dirinya diburu oleh dinas Intelejent seperti Mossad atau CIA, yang kemudian suatu ketika terpaksa harus memarkir mobilnya untuk memenuhi kebutuhannya, maka ia wajib melakukan hal-hal di bawah ini sebelum kembali mengendarai mobilnya:

  1. Menuju ke mobil dengan gaya yang wajar. Lalu berhenti sejenak beberapa meter sebelum sampai ke mobil.
  2. Memutar pandangan di sekeliling mobil, memperhatikan siapa yang ada dan siapa yang bergerak di area sekitar mobil.
  3. Mendekat ke orang yang gerak-geriknya aneh dan memperhatikan orang yang dianggap dicurigai.
  4. Mundur teratur dari lokasi tersebut dan bersembunyi di suatu tempat untuk mengawasi orang yang bergerak tadi tanpa mereka sadari.
  5. Ketika ada reaksi mencurigakan dari orang yang bergerak aneh, maka harus segera diingat ciri-ciri orangnya dan melakukan pemantauan yang lebih terbuka, supaya bisa lebih membuka identitas dan kedoknya.
  6. Ketika tidak ada orang yang melakukan gerakan aneh dan suasananya normal-normal saja, maka periksalah bagian bawah mobil untuk memastikan tidak ada benda yang ditempelkan. Lebih bagus lagi, kalau yang melakukan pemeriksaan ini adalah wanita atau orang yang tidak terlalu bahaya posisinya, tetapi dengan cara yang tidak mengundang perhatian orang.

Cara Kelima: Sniper

Sniper adalah pembunuh pilihan yang diseleksi secara ketat dan telah melewati berbagai latihan yang banyak dan sempurna tentang cara-cara membidik lawan dan ketrampilan-ketrampilan lapangan. Sniper yang akan menembak para pemuka kekafiran haruslah orang yang memiliki catatan berbeda dengan ketrampilan dasar dalam menembak.

Dia harus memenuhi sifat-sifat berikut ini:

  1. Cerdik. Yaitu, ia bisa menentukan waktu yang tepat untuk membunuh sesuai kesempatan yang ada, di mana dirinya dan tempat ia menembak tidak mengundang kecurigaan.
  2. Tenang dan tidak reaksioner, santai dan tidak terburu-buru atau mudah naik pitam, sebab itu bisa membuat sasarannya lolos.
  3. Keterampilan lapangan.[10]

Ada cara lain untuk melakukan ightiyalat dengan model ini, misalnya menembak sasaran dari dalam mobil atau dari atas sepeda motor dsb. Keterangan tentang hal ini bisa antum dapatkan di Al-Mausuu‘ah Jihadiyah Kubro secara lebih rinci (II/ 705 – 746)

Cara Keenam: Menutup Jalan Nafas[11]:

Cara ini terbilang sulit, baik memahaminya mau pun mempraktekkannya, walau pun itu mirip dengan aksi mencekik lawan dalam memutuskan jalur pernafasan pada kerongkongan. Namun ada perbedaannya, yaitu: Cara ini tidak harus mengarah ke leher kemudian ke tenggorokan. Jadi, cara ini adalah menutup jalur nafas dengan menyumbat pintu-pintu masuk udara, khususnya mulut dan hidung. Caranya adalah dengan meletakkan tangan dan menahannya di atas hidung dan mulut target sasaran sampai dia mati. Atau, bisa dengan menempelkan wajahnya ke tanah. Atau, bisa dengan menempelkan benda-benda lengket pada wajahnya sehinga ia tidak bisa bernafas. Yang jelas, bagaimana caranya musuh tidak bisa bernafas. (Satu catatan dari kami, pembekuan darah yang kuat dan keras mengakibatkan jalur pernafasan tidak mengembung, sehingga korban akan tercekik. Demikian juga adanya beban berat atau pukulan menusuk pada rongga dada akan menimbulkan efek yang sama, yaitu menutup jalur pernafasan)

Model lain dari cara ini adalah mengikat korban dengan tali, sebaiknya talinya terbuat dari besi (kawat). Tali dipasang di atas bagian dada lalu dibelitkan pada tenggorokannya, setelah itu tali ditarik hingga pipa pernafasan tersumbat dan tidak bisa terbuka lagi untuk menerima udara, sehingga orang yang menjadi target akan mati tercekik. Cara ini sebanding dengan belitan ular raksasa dalam membunuh mangsanya sebelum melahapnya. Ular itu adalah ular piton.

Model lain yang terbilak cerdik dan mudah adalah memanfaatkan kebiasaan bermain permen karet (dan ini cukup populer di kalangan orang Barat), unsur permen yang ada diganti dengan zat lain yang mudah lengket, lalu ditempelkan pada secarik kertas. Setelah itu, benda itu dilemparkan pada wajah korban dengan model permainan permen karet tadi (bisa dengan memerankan dua orang yang pura-pura saling bermain, lalu pura-pura salah lempar), ini akan menyumbat mata, hidung, mulut, dan kedua telinganya. Dengan begitu, dia akan tercekik dan terputus dari aliran udara, sementara orang yang lewat tidak akan mempedulikannya, bahkan bisa jadi tertawa melihat pemandangan yang sudah biasa mereka lihat.

Cara lain adalah menutupkan kantong plastik yang kuat pada musuh, minimal kepalanya. Walau pun cara ini harus melibatkan orang banyak, namun tidak akan meninggalkan jejak bagi aparat keamanan musuh, dan menampakkan seolah itu adalah aksi bunuh diri.

Menenggelamkan di dalam air juga salah satu caranya. Caranya, cukup mengikat kedua tangan musuh di belakang punggung, setelah itu di dorong ke kolam air tertentu atau di saluran air terdekat. Mengapa kita memakai metode ini? Sebab, banyak sekali pelaku bunuh diri hari ini yang menggunakan cara tersebut. Mereka mengikat tangannya sampai tidak ada peluang menyelamatkan diri. Perbuatan mereka ini dengan sendirinya mengelabui aparat keamanan thoghut. Dan ingat, tali yang dipakai harus benar-benar kuat, bukan sekedar secarik kain, supaya musuh tidak lepas atau berusaha menyelamatkan diri.

Cara Ketujuh: Menendang Dengan Kapak[12]:

Kapak ini kadang bisa berfungsi selain kapak juga sebagai cangkul di saat yang sama, ia bisa diatur sesuai model dan besar yang dikehendaki. Banyak sekali fungsi kapak, bisa untuk menggali tanah, memanjat, dan menarik sesuatu, khususnya bangkai mayat untuk menghilangkan jejak. Kapak banyak dipakai pada perang dunia pertama ketika menyerbu parit-parit musuh.

Tempat paling baik untuk dihantam adalah antara telinga dan mata. Kadang, belahannya bisa sampai ke hati setelah menembus tulang dada bagian atas hanya dengan sekali tebas. Kapak memiliki pukulan lebih kuat dan dalam daripada pisau, sehingga bisa dipastikan mampu mencapai hati dengan lebih keras dan mudah dari depan.

Benda ini termasuk senjata istimewa dalam perang jarak dekat, di saat menggunakan senjata api kurang baik dilakukan.

Cara Kedelapan: Meledakkan Ruangan:

Metode meledakkan ruangan adalah dengan memasang bahan peledak di ruang tidur seseorang, baik di bawah ranjang atau dekat dengan pesawat telpon, atau dekat dengan pintu. Cara meledakkannya bisa dengan memencet tombol dari jauh atau dengan menekan tombol lampu. Cara ini banyak dipakai di hotel-hotel.[13]

Cara Kesembilan: Menyerbu Rumah

Cara Kesepuluh: Racun

Cara Kesebelas: Menjatuhkan Pesawat[14]

Cara Kedua Belas: Menyerang Rombongan Mobil.[15]

Saya sengaja tidak menulis rincian dari cara-cara terakhir di atas, mengingat kondisi yang tidak memungkinkan bagi saya untuk menulisnya, dan mengingat cara-cara itu sudah cukup populer. Akan tetapi, semua orang tahu bahwa cara melakukan ightiyalat sangatlah banyak. Maka, otak kita harus bisa menemukan cara baru untuk membuat kerugian dan kehancuran di barisan musuh-musuh Alloh. Dan jika robbku berkendak, aku akan menjadi orang pertama yang mempraktekkan apa yang kukatakan. Dan aku memohon kepada Alloh agar menjaga kita dari arah depan, dari arah belakang, dari samping kanan dan kiri, serta dari atas. Dan kita berlindung dengan keagungan Alloh dari terkena ightiyal dari arah bawah kita.

[1] Ightiyalat bisa dilakukan diam-diam, bisa juga terang-terang.

[2] Lokasi-lokasi sensitife di beberapa negara, atau tokoh-tokoh penting, ketika mengadakan perjalanan, biasanya menggunakan alat modern untuk menyebar semua gelombang sinyal remote control dengan bentuk lingkaran total. Di mana, jika ada mobil berisi bahan peledak yang akan diledakkan dari jauh di jalan-jalan kemudian masuk ke lingkaran gelombang ini, secara otomatis akan meledak, dan operasi pun gagal.

[3] Di dalam Al-Mausu‘ah ada gambar-gambar keterangan yang tidak memungkinkan kami cantumkan di sini. Karena besarnya ukuran file, tidak memungkinkan bagi kami mengirimnya melalui e-mail. Bagi yang ingin, silahkan merujuk ke sana.

[4] Dalam masalah halal haram (boleh atau tidak boleh), seorang mujahid hanya mengacu kepada Al-Quran dan Sunnah. Maka dari itu, seorang mujahid akan menentang undang-undang PBB dan aturan-aturan Dewan Keamanannya, atau aturan negara Liga Arab, atau Lembaga Kerjasama antar negara, atau apa saja lah…bahkan, bisa jadi orang yang ridho dan berhukum kepadanya disebut telah berhukum kepada thoghut. Jadi, perang menggunakan sarana surat adalah disyariatkan, tidak perlu diragukan lagi. Siapa ridho, dia akan mendapat ridho. Siapa marah, dia akan mendapatkan murka.

[5] Metode penggunaan surat beracun ini telah digunakan Rusia dalam melawan para mujahidin, ketika sang mujahid, Khothob terbunuh, semoga Alloh merahmatinya dan menempatkannya di surga-Nya yang terluas.

Maka dari itu, harus diambil langkah-langkah berikut:

  1. Menjaga kerahasiaan dari kotak-kotak surat, jika memang di sana ada kotak surat. Kemudian membaginya kepada kotak yang sangat penting, kotak penting, dan kotak umum.
  2. Membuka daftar surat yang setiap hari datang, dengan mengingat tanggal dan asal, negara pengirim, jenis surat, dan materi surat.
  3. Tidak membuka paket dan surat di tempat yang di situ banyak terdapat mujahidin, atau di maktab.
  4. Ditugaskan orang khusus dan sudah dilatih melakukan apa saja yang harus dilakukan dan alat apa saja yang dibutuhkan untuk membuka paket dan surat.
  5. Memilih tempat yang aman dan terpisah untuk membuka surat, seperti yang akan dijelaskan.
  6. Mencopy surat yang datang dari sumber yang tidak jelas, aneh, atau mencurigakan. Lalu, naskah aslinya diberikan kepada yang berkepentingan.
  7. Untuk surat berisi bom, harus dibakar di tempat yang terpisah dan jangan pernah mencoba membukanya, walau pun oleh fihak yang khusus menangani itu. Ini melihat bahaya membuka surat. Kalau ingin mempelajari apa pemicu yang ada di dalam surat, maka bisa dengan mengambil foto dengan cahaya radioaktif terhadap surat, setalah itu fotonya yang dipelajari.

Ini semua tergantung pada kondisi mujahidin dan jenis perang apa yang digunakan, dan apakah mereka ada di negara muslim yang melindungi mereka seperti Taliban –semoga Alloh memenangkannya—ataukah dalam kondisi perang gerilya.

[6] Pada tanggal 19 Agustus 1972, Direktur Agen Mossad di Kedubes Israel di London, DR. Syasyuri menerima Bom surat yang kemudian meledak dan membunuhnya.

[7] Ada cara lain, yaitu memasang ranjau di mobil lalu memarkirnya di tempat yang berdekatan dengan korban yang akan dijadikan sasaran peledakan, baik target itu berupa bangunan perkantoran, mobil pejabat, atau pun rombongan yang lewat…dsb. Di sini, disarankan –setelah menyerahkan urusan kepada Alloh—bahwa operasi meledakkan mobil harus terdiri dari dua tim, satu tim bekerja mempersiapkan mobil yang akan diledakkan dan meletakkannya di tempat yang akan diledakkan, satu tim lagi hanya bertugas meledakkan, tidak lebih. Tim kedua ini tidak boleh ada hubungan keterkaitan apa pun dengan tim pertama.

[8] Maka dari itu, seorang mujahid yang merasa dirinya menjadi sasaran ightiyal dari musuh harus menghindari memarkir mobil pada kondisi-kondisi yang kami sebutkan ini. Adapun di point terakhir (d), maka pintu garansi harus ditutup dari dalam dengan pagar besi. Jangan sampai memasang gembok dari luar, sebab membuka gembok bukanlah hal yang sulit bagi mereka yang ahli. Dan mujahid yang mahir urusan membuka gembok mengerti masalah ini.

[9] Sebagaimana sudah kita perinci di pembahasan cara pertama, dan tidak perlu kita ulas lagi di sini. Maka perhatikanlah.

[10] Pembahasan tentang sniper secara lebih rinci bisa antum dapatkan di Mausuu‘ah Jihaadiyah Kubro: II/ 654 – 691.

[11] Lihat Mausuuah Jihad Kubro: IX/ 2 – 10, di sana disebutkan cara-cara lain dalam pelatihan amaliyah dalam sebuah dauroh tentang bagaimana cara membunuh.

[12] Lihat referensi sebelumnya (II/ 12)

[13] Mujahid yang ingin menyebarkan masalah jihad melalui media informasi harus tahu, bahwa bnayak sekali wartawan dan jurnalis jaringan-jaringan televisi dan kantor-kantor berita yang bekerja sebagai mata-mata dengan berkedok sebagai wartawan. Sebagian mereka ada yang menggunakan kewarga negaraan palsu. Maka dari itu, mereka harus dilarang untuk memasuki ruang khusus atau rumah pimpinan, atau kantor penting, mereka harus dibawa ke tempat yang tidak penting dan sudah dirubah tampilannya. Supaya mereka tidak memanfaatkan data tentang alamat-alamat khusus. Sering sekali tim dari sebuah stasiun televisi mengambil gambar jalan-jalan yang menuju ke tempat jumpa pers, atau pintu masuknya, atau ruas-ruas kecil yang memungkinkan untuk diambil gambarnya. Sebenarnya pekerjaan itu tidak mungkin ada kaitannya dengan profesi wartawan, itu adalah ukuran pekerjaan mata-mata, yang nantinya gambar itu dipakai untuk melatih tim khusus Mossad tentang bagaimana cara menyerbu lokasi tertentu yang akan mereka serang.

Dan ini adalah isyarat peringatan tentang pentingnya merubah kantor apapun yang sudah diambil gambarnya oleh para wartawan dan yang sudah mereka foto ruas-ruasnya, dan kemudian kembali menatanya sesuai dengan kondisi yang lebih rahasia, sebelum semuanya berlalu.

Catatan:

  1. Setiap mujahid yang tinggal di hotel, wajib melakukan langkah-langkah keamanan di dalam kamarnya secara diam-diam dan tanpa dilihat orang, sebelum ia meninggalkannya. Ini untuk memastikan bahwa di stiyu tidak pernah dimasuki orang-orang asing ketika ia pergi, serta memastikan berbagai keperluannya tidak dipermainkan, atau menanam suatu benda tertentu di sana. Pengambilan langkah ini dilakukan segera setelah petugas kebersihan selesai menertibkan dan membersihkan ruangan.
  2. Harus diperiksa, apakah ada pengawasan secara terang-terangan ketika ia meninggalkan hotel, dan apakah dia dikuntit.

[14] Seperti yang menimpa Presiden Pakistan, Dhiyaul Haq, tahun 1988. Demikain juga belum lama ini, yang terjadi pada Komandan Persenjataan Udara Pakistan. Demikian juga Menteri Indutri Afghanistan dan Mendagri Rusia. Dan masih banyak lagi contoh lain, walau sebab terjadi ightiyalatnya berbeda.

[15] Pada tanggal 26 November 2001, kantor-kantor berita menyebutkan bahwa pimpinan tentara Israel, Mofaz, selamat dari percobaan pembunuhan, ketika dua buah bom meledak di saat rombongannya lewat, pada hari Ahad setelah Dzuhur, di selatan kota Al-Kholil. Juru bicara kemiliteran Israel mengatakan, bahwa serangan itu terjadi ketika Jendar Mofaz mengadakan perjalanan untuk mengontrol di sebuah tempat di selatan kota Al-Kholil bersama beberapa jenderal pasukan lainnya. Televisi Israel mengatakan, Mofaz berhasil diungsikan dengan helikopter setelah ditemukannya beberapa ranjau yang ditanam di samping jalan yang sedianya ia lewati. Ketika itu, angkatan bersenjata Zionis dalam jumlah besar, melakukan penyisiran di lokasi. Para saksi mata mengatakan, terdengan ledakan hebat ketika rombongan mobil militernya lewat. Televisi itu menambahkan, bahwa salah satu bom meledak ketika sebuah mobil jip lewat, di mana mobil itu berada di depan rombongan, ini menunjukkan pimpinan militer itu tidak terkena ledakan. Demikian juga dengan para jenderal yang mendampinginya. Televisi itu mengatakan, menukil pernyataan salah satu jenderal, bahwa kemungkinan orang-orang Palestinalah yang melakukan serangan itu, mereka langsung menargetkan ketua kesatuan militer.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...