Thursday, March 1, 2012

Ciri-ciri Keselamatan (Ightiyal)

Mengobarkan Semangat Para Mujahidin PerwiraUntuk Menghidupkan SUNNAH IGHTIYAL (Bag.6)

by Fulanah Binti Fulan on Thursday, 1 March 2012 at 11:08 ·

SISI-SISI KEAMANAN OPERASI IGHTIYALAT (membunuh diam2)

kita sudah membahas bbrapa masalah ightiyal, sekarang kita akan membahas SISI-SISI KEAMANAN OPERASI INI

1. Ada fatwa syar‘iy tentang hukum ightiyal terhadap seseorang yang akan dijadikan sasaran, yang dijelaskan berdasarkan dalil-dalil syar‘iy. Kami akan sebutkan contoh-contoh target yang dianjurkan untuk dijadikan target, berdasarkan urutan skala prioritas. Pembahasan seperti ini membuat para pemuda yang ingin berjihad tidak perlu repot menghadapi masalah penentuan target, dengan izin Alloh.

2. Mujahid yang menjadi penanggung jawab (mas’ul) masalah keamanan mempelajari misi secara utuh, setelah itu membuat perencanaannya, rencana bisa ditambah atau dikurangi tergantung kondisi.

3. Memilih para pelaksana (oksekutor), masing-masing disesuaikan dengan tugas yang akan diemban. Kemampuan pribadinya harus sesuai dengan tugas yang dibebankan. Jangan lupa memperhatikan hal-hal berikut ini:

a. Masing-masing mujahid tidak boleh tahu tugas temannya, kecuali kalau mujahidnya ada dua orang dan melakukan tugas secara bersamaan. b. Menyiapkan jenis kamuflase untuk setiap job. c. Mujahidin yang menjadi eksekutor, masing-masing harus menentukan kamuflasenya, apa saja bentuknya. d. Menentukan cara berkomunikasi, menentukan kotak pos surat utama, pengganti, dan cadangan. Serta berlatih menggunakan alat komunikasi yang akan digunakan. Dari sini, kami sangat menganjurkan agar para mujahidin menguasai alat-alat komunikasi modern, seperti e-mail, Yahoo Massanger, atau Bal-Tuk, dan waspadalah dengan telepon genggam.

4. Menentukan beban biaya sebuah operasi sejak pertama kali menerima fatwa syar‘iy.

5. Menentukan cara penggalangan dana untuk operasi, meliputi:

a. Membuat sejumlah kamuflase b. Masing-masing petugas kamuflase melaksanakan tugasnya.

6. Menentukan orang yang akan menjadi penyandang dana, baik dari dalam negeri tempat operasi dijalankan atau dari luar. Juga menentukan siapa yang akan mendanai operasi pembuatan kamuflase.

7. Metode pendanaan terbaik adalah, mas‘ul setiap operasi ightiyal memegang uang cash, yang dengan itu ia bisa mendanai bawahannya.

8. Menentukan batas waktu persiapan (i‘dad) untuk setiap tugas dalam operasi ightiyal. Tapi tetap disediakan waktu tambahan, atau bisa juga pengurangan.

9. Menentukan kapan memulai kegiatan i‘dad.

10. Menerima hasil akhir dari setiap i‘dad yang dilakukan pada setiap tugas.

11. Menentukan waktu pelaksanaan, menentukan seberapa lama operasi akan dilaksanakan, jika operasinya berupa ranjau (ambush). Dan, masing-masing disesuaikan dengan cara yang digunakan.

12. Latihan eksekusi dengan baik. 13. Membuat rencana jika operasi batal. 14. Menganalisa sebab-sebab yang bisa menyebabkan operasi batal. 15. Menentukan cara kontak dengan para pelaku. 16. Menentukan cara mundur yang utama, kemudian cara pengganti, dan cara cadangan.

17. Menentukan alat yang dipakai mundur, baik yang utama mau pun pengganti. 18. Memastikan hasil akhir operasi, berhasil atau gagal. 19. Mempelajari dan menganalisa, menyampaikan kritik dan saran dalam sebuah operasi dengan lengkap.

20. Menegaskan kembali hal-hal yang menjadi saran dan kritik tentang pelaksanaan tugas, dan menegaskan kembali pengkajian dan analisa.

21. Setiap mujahid yang menjadi penanggung jawab, menyampaikan saran kritik tadi pada bidang yang menjadi tugasnya.

22. Setiap mujahid yang menjadi penanggung jawab berdialog dengan semua mujahid, untuk bahan kajian, analisa, dan kritikan, jika memang waktu memungkinkan

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...