Tuesday, February 28, 2012

Seni Perang ala Sun Tzu


|| Seni Perang ala Sun Tzu ||

by Kami Yang Terasing on Thursday, 16 February 2012 at 13:51 ·

Senjata paling ampuh dalam sebuah perang adalah Strategi, dan banyak jenderal ternyata mengandalkan strategi perangnya pada buku Seni Berperang karya Sun Tzu, yang ditulis kira-kira 2500 tahun yang lampau.

Strategi Sun Tzu digunakan oleh Genghis Khan di abad ke 13 dalam menaklukkan wilayah kekuasaannya mulai dari Mongol, China, Siberia hingga mendekati Eropa. Napoleon di masa muda membaca dan mempelajari buku itu dari para rahib Jesuit yang menterjemahkannya dari bahasa China di tahun 1782. Cara berpikir dan bertindak Mao Tse Tung juga sangat dipengaruhi strategi Sun Tzu, seperti terlihat dalam buku Merah Mao. Hitler juga mempelajari strategi Sun Tzu, dan menggunakannya saat merebut Polandia dalam operasi ‘Blitzkrieg’ yang berlangsung2 minggu. Di tahun 1991, dalam operasi Desert Storm dan Desert Shield di kawasan Teluk, setiap anggota Marinir Amerika memiliki dan mempelajari buku strategi perang Sun Tzu. Strategi itu terbukti tetap relevan walau telah melewati rentang waktu 25 abad…

Dan inilah saya persembahkan Kitab Asli seni berperang Sun Tzu! Terjemahan asli dari bahasa Tiongkok

SENI BERPERANG oleh : Sun Tzu

13 bab Strategi militer klasik 1. Kalkulasi 2. Perencanaan 3. Strategi 4. Kekuatan pertahanan 5. Formasi 6. Kekuatan dan kelemahan 7. Manuver 8. Sembilan varuiasi 9. Mobilitas 10. Tanah lapang 11. Sembilan situasi klasik 12. Menyerang dengan api 13. Intelijen

Isi Tiap Bab.

I. Kalkulasi “Perang adalah urusan vital bagi negara; jalan menuju kelangsungan hidup atau kehancuran. Oleh karena itu, mempelajari perang secara seksama adalah suatu keharusan;”

Lima hal yang harus dipertimbangkan dalam mempelajari peperangan :1. Alasan moral : keyakinan rakyat dan kepentingan negara untuk tujuan bersama.2. Alam : cuaca, iklim, waktu.3. Situasi : jarak, sifat alami, kondisi fisik.4. Kepemimpimnan : kebijaksanaan, kepercayaan diri, keberanian, belas kasihan.5. Disiplin : imbalan, ancaman, hukuman, logistik.

Tujuh aspek dan fakta kalkulasi :Untuk memulai perang setidaknya panglima harus memperhatikan beberapa fakta dilapangan seperti dibawah ini.1. Siapa yang dapat mempersatukan rakyat dan angkatan bersenjata2. Siapa yang memilki komandan yang lebih baik3. Siapa yang mampu memanfaatkan iklim dan keadaan suatu daerah?4. Siapa yang dapat memberi perintah dan disiplin yang lebih baik?5. Pasukan mana yang lebih tangguh?6. Anggota pasukan mana yang lebih terlatih?7. Siapa yang memiliki sistem imbalan dan ancaman hukuman yang lebih adil?Jika kita lebih mampu memenuhi semua faktor diatas melebihi musuh, maka kemungkinan menang kita diatas musuh, sangat wajar untuk memulai peperangan.

Jika faktor diatas kertas saja tidak mampu meyakinkan panglima untuk menang bagaimana dia dapat meyakinkan rakyat dan prajuritnya bahwa mereka semua akan berperang dan menang! Jika tidak yakin menang untuk apa memulai perang!

Tipu muslihat : perang dipenuhi oleh tipu muslihat dalam bentuk strategi, siapapun yang tidak mampu berstrategi dan tidak cakap dalam menggunakan tipu muslihat, tidak akan menang dalam perang apapun.

1. Yang mampu harus berpura-pura tidak mampu2. Tampillah seolah-olah tak ada apa-apa padahal sedang mengaktifkan kekuatan.3. Bila ingin menyerbu sasaran terdekat, seolah-olah sedang ingin menyerbu yang lebih jauh.4. Bila ingin menyerbu daerah yang lebih jauh , seakan-akan ingin menyerbu daerah yang terdekat.

Eksploitasi : Gunakan negaramu, ekonomimu, tentaramu dan segala daya upayamu untuk mengalahkan dan melemahkan musuhmu!1. Pancing musuh dengan umpan yang kecil, lalu hancurkanlah setelah menyebarkan operselisihan diantara angkatan bersenjata.2. Waspada musuh senantiasa siap siaga dan tanpa kelemahan.3. Langkah mundur jika musuh kuat4. Berpura-pura lemah sehingga musuh dikuasai rasa puas diri.5. Sebar perselisihan jika kekuatan musuh bersatu padu.6. Serang saat musuh tidak siap siaga.

Pertimbangan :1. Kekuatan dan kelemahan pasukan diri dan musuh2. Perencanaan yang cermat.

II. Perencanaan

Waktu adalah uang :- Perbekalan- Pengeluaran harian

Hindari pertempuaran yang berlarut :- Moral jadi turun- Biaya yang boros- Tidak aman dan rentan kalah

Bertempurlah agar cepat menangManfaatkalah sumber-sumber kekuatan musuh :Misal : bekal rampasan musuh- Pancing amarah musuh- Bangkitkan motivasi untuk membunuh- Rangsang untuk merampas harta kekuatan musuh

Taktik jitu menentukan nasib sebuah bangsa :- Perang cepat negara aman-Perang berlarut larut, persediaan negara habis, ekonomi ambruk, motivasi tentara jatuh.

III. Strategi

Perbandingan jika pasukan kita berhadapan dengan musuh :Jika pasukan kita 10 : 1 dari musuh= kepung dan serangJika pasukan kita 5 : 1 dari musuh= pecahkan dan bagilah musuh lalu serangJika pasukan kita 2 : 1 dari musuh= menyerang 2 arahJika pasukan kita 1 : 1 dari musuh= dahului perangMusuh sedikit lebih besar bertahan.Musuh lebih besar berkelit dari serangan.Musuh jauh lebih besar, mundur.

Kepemimpinan:1. Panglima bagaikan pilar negara2. Cakap berperang menjadi negara kuat3. Bukan pejuang yang baik negara menjadi lemah

Penguasa akan membahayakan angkatan bersenjata :1. Memerintahkan maju / mundur saat waktu yang tidak tepat2. Tak bisa memperlakukan kemiliteran tanpa tahu militer itu sendiri3. Mengambil alih komando tanpa paham strategi militer.

Lima cara untuk menang :1. Tahu saat perang dan tidak berperang2. Tahu memanfaatkan kekuatan pasukan3. Rebut simpati dan dukungan rakyat4. Tunggu untuk antisipasi yang belum siap5. Perwira cakap menjadi komandan yang tanpa campur tangan pemerintah.

Mengenal lawan dan diri sendiri :1. Tahu kekuatan sendiri dan musush utuk mampu masuk dalam peperangan tanpa ancaman bahaya2. Tahu kekuatan sendiri dan tak tahu kekuatan musuh memberikan kesempatan menang hanya separonya.3. Tak tahu kekuatan sendiri dan musuh akan kalah.

IV. Kekuatan pertahanan

Alasan menyusun strategi :1. Kita harus berjuang keras agar tidak kalah2. Musuh yang harus terlebih dahulu membuat kesalahan besar baru kita mengalahkannya.3. Kita tak bisa bilang kita tak akan kalah tapi kita tak bisa memastikan musuh akan membuat kesalahan sehingga kita meraih kemenangan, orang bisa tahu cara untuk menang tapi tidak bisa memastikan akan memperoleh kemenangan. 4. Yang merasa tidak yakin menang akan bertahan5. Yang merasa akan menang maka menyeranglah6. Meraka yang cakap dalam bertahan seolah-olah tak tampak oleh musuh7. Mereka yang calak dalam hal bertahan akan menang bila tiba saatnya untuk menyerang.

Menang tanpa air mata :1. Ahli taktik akan tetap bertahan dalam keadaan aman.2. Tak pernah lewatkan kesempatan hancurkan musuh.3. Yang ingin menang harus terlebih dahulu menciptakan kemenangan.

Pahlawan yang benar-benar sejati tidak pernah membanggakan kecakapan atau keberanian mereka.

Mereka menang karena memiliki rasa percaya diri serta kemampuan untuk tetap pada posisi yang aman

Mengatur posisi :

1. Ahli tatik mempunyai sasaran-sasaran jelas dan disiplin yang ketat dalam pasukan.2. Ahli taktik cakap :a. Ukur jarakb. Memperkirakan ongkosc. Memepelajari kekuatand. Memperhitungkan kesempatane. Merencakan kemenangan.

V. Formasi

Penyergapan tiba-tiba, konfrontasi langsung :1. Atur pasukan (organisasi) besar dan kecil2. Komando (Komunikasi) pasukan besar dan kecil3. Pasukan besar.

Hakikat kejutan :1. Perang adalah konfrontasi lansung2. Pasukan yang melakukan kejutan akan menang

Serangan tiba-tiba dan kofrontasi langsung ada dalam peperangan, kombinasi kedunya membuat suatu variasi perang.

Kesiagaan

Gerakan.

VI. Kekuatan dan kelemahan

Inisiatif :1. Pasukan pertama mengambil posisi yang fleksibel2. Pasukan akhir ikut perang walau dalam keadaan kelelahan3. Perwira melakukan gertakan mental4. Umpan untuk mencapai tujuan yang dimaksud5. Gertakan ke musuh6. Ganggu musuh

Mengacaukan musuh :1. Buat kegaduhan (kacaukan perhatian)2. Serang satu arah

Ibarat air :1. Tinggi ke rendah, menghindari musuh yang kuat tapi serang yang lemah2. Ikut bentuk yang dilalui . Rencana berubah sesuai perubahan kubu musuh.3. Tidak dominan pada suatu perubahan, ubah strategi sesuai perubahan pihak musuh.

VII. Manuver

Dari keterbatasan ke keuntungan ;1. Strategi yang baik adalah lebih dahulu mencapai garis depan untuk menempati posisi yang menguntungkan lalu hancurkan musuh.2. Atur jalan pintas3. Hitung seksama keterbatasan menjadi keuntungan.4. Sekalipun dalam keadaan yang prima tetap dalam keadaan yang waspada.

Keuntungan dan kerugian dalam manuver dan mobilitas:1. Amankan perbekalan2. Pasukan yang lincah maju terus tanpa istirahat3. Organisir pasukan4. Negara netral tidak boleh masuk dalam persekutuan 5. Jangan berperang yang belum pernah kita tahu kondisinya6. Manfaatkan orang asli wilayah sebagai pemandu arah

Angin, hutan, api, dan gunung :1. Serang saat waktu yang tepat2. Jadikan Manuver pasukan yang efektif Angin – cepat bagai tiupan angin Hutan – tenang sesunyi hutan Api – ganas bagai amukan api Gunung – tahankan diri bagai gunung Kegelapan – sembunyi tak tembus Kilat – serangan tiba-tiba

VIII. Sembilan variasi

1. Jangan sekali-kali mencari perlindungan disuatu wilayah yang tidak aman2. Jangan mengabaikan basa-basi diplomasi dalam meminta simpati suatu negara.3. Jangan menunda suatu perjalanan pada saat suatu gerakan justru sulit dilakukan.4. Dalam situasi penuh bahaya , merencanakan untuk meloloskan diri secepat mungkin.5. Saat situasi sulit, bertempurlah sampai titik darah penghabisan 6. Ada rute perjalanan yang harus dihindari dan dipintasi agar dapat mengubah keadaan yang serba terbatas untuk memberikan peluang yang besar.7. Biarkan musuh meloloskan diri sebagian walau punya kemampuan mengejar, pikirkan serangan berikutnya.8. Untuk menghancurkan angkatan bersenjata, jangan terperdaya dengan kemudahan merebut kota.9. jika perintah penguasa negara tidak mendukung kemajuan perang yang sedang berlangsung maka abaikan saja.

Kelemahan umum seorang komandan :1. Saat sembarangan mudah dibunuh2. Saat takut mudah ditangkap3. Saat marah mudah dihasut4. Saat sensitif mudah merasa hina5. Saat emosional mudah gelisah

Akhir cerita panglima :1. Bertempur untuk mati biasanya mati2. Takut mati biasanya tertangkap3. Tidak sabar biasanya mudah marah dan terima ejekan4. Merasa terhormat biasanya menerima segala hal yang merendahkan5. Terlalu baik hati biasanya terus menghadapi masalah.

IX. Mobilitas

Penyebaran :1. Ketika bergerak maju, jangan melalui punggung gunung / bukit tapi lewat lembah2. Naik dataran yang lebih tinggi untuk tahu posisi yang paling menguntungkan menyerang dan bertahan.3. Jika musuh di dataran yang lebih tinggi, jangan sekali-kali melayani/mendahului serangan.4. Segera seberangi sungai, jadi musuh tidak ambil kesempatan – jangan serang musuh saat musuh di sungai – seranglah musuh saat baru menapakkan kaki di daratan ketika separo kekuatan ada di sungai. 5. Dataran lebih tinggi lebih baik daripada sungai.6. Jangan menyerang musuh dihulu sungai.7. Bial bertempur ditempat berawa, tetaplah bertahan dekat dengan tepi rawa yang berumput.8. Lebih bagus lagi bila dibelakang pasukanmu terdapat pepohonan , ini strategi untuk bertempur didaerah rawa.9. Pertempuran di tanah datar, maka letakkanlah ditanah yang datar.

Strategi perang :1. Jika pasukan musuh tampil tenang dan mantap berarti yakin akan posisi strategis dan kekuatan yang dimilikinya.2. Jika pasukan musuh menantang, mereka sangat cemas gerak maju lawan.3. Jika musuh pada posisi datar yang tidak menguntungkan berarti melakukan jebakan.

X. Tanah lapang/Medan

Tipe tanah lapang/medan pertempuran:1. Mudah dilalui2. Sulit dilalui3. Netral : sama-sama sulit menyerang4. Sempit5. Berbahaya6. Jangkaun jauh.

Bahaya yang dilakukan oleh pemimpin militer :1. Sulit meloloskan diri.2. Pembangkangan perintah dari bawahan3. Guncangan4. Kehancuran5. Kekacauan6. Gerakan mundur.

Panglima yang cakap merupakan aset yang paling berharga .- Panglima wajib memerintahkan perang jika yakin pasukannya akan menang.- Jika yakin akan kalah, jangan ikuti perintah penguasa untuk perang.

XI. Sembilan situasi klasik

1. Biasa-biasa – berada di wilayah sendiri.2. Sederhana – wilayah musuh3. Kritis – posisi yang sama-sama punya 2 pihak.4. Terbuka – wilayah yang dapat dimiliki 2 pihak5. Memegang komando – untuk merebut posisi strategis, komando semua daerah.6. Serius – di dalam wilayah musuh7. Berbahaya – wilayah yang tidak aman dan sukar8. Sulit – wilayah yang merupakan jalur masuk dan keluar9. Putus asa – terpojok

Keprajuritan yang cakap :1. Paham hubungan internasional dalam hal diplomasi2. Paham keadaan alam, gunung, rawa dan lainnya.3. Paham dapat pemandu dari penduduk sekitar.

Ular dari gunung Chang :1. Diserang kepala ekor melawan2. Diserang ekor kepala melawan3. Diserang tengahnya kepala dan ekor melawan.

XII. Menyerang dengan api

Lima serangan ganas :1. Bakar pasukan musuh2. Rebut atau hancurkan perbekalan mereka3. Sarana transportasi diganggu4. Gudang senjata dihancurkan5. Jalur perbekalan di rusak.

Serang saat musim panas dan kering atau malam hari ketika angin berhembus kencang.

Bergerak dari kesempatan yang menguntungkan :1. Menyerang jika yakin menang.2. Penguasa tidak menyatakan perang karena rasa marah3. Komandan menyatakan perang bukan karena rasa dengki4. Berperang jika punya tujuan yang pasti

XIII. Intelijen

Jenis mata-mata :1. Penduduk setempat lawan2. Perwira militer dalam dewan istana3. Mata-mata yang beralih haluan tetapi dapat dibeli4. Mata-mata pembawa kematian – tawanan yang diinterogai5. Mata-mata pembawa kepastian – membawa informasi dengan selamat

Upah yang besar bagi mata-mata

Rahasia

Info dari mata-mata dianalisa

Bidang intelijen merupakan kegiatan yang paling penting dalam peperangan sebab tidaklah akan tersusun suatu rencana perang yang efektif tanpa informasi dari musuh.

semoga materi ini bisa menambah pengetahuan dan bermanfaat bagi para ahlut tawhid dan mujahidin

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...