Wednesday, February 29, 2012

Mencipta Bom Dari Dapur Ibumu

Merakit Bom Dari Dapur Ibumu Menggunakan Asrar Mujahidin

by Kami Yang Terasing on Sunday, 13 November 2011 at 14:02 ·

sumber : Majalah Inspire Edisi 1 hal 31-40

Tarbiyah Jihadiyah, Dr Abdullah Azzam


BAB I

PEMBINAAN GENERASI MUSLIM BERDASARKAN KONSEP NABAWI

Sesungguhnya segala puji itu milik Allah. Kami memuji-Nya, meminta pertolongan kepada-Nya, dan meminta ampunan-Nya. Dan kami minta perlindungan kepada Allah dari kejahatan diri kami dan keburukan amal-amal kami. Barangsiapa yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak ada seorangpun yang dapat menyesatkannya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, maka tidak ada seorangpun yang dapat menunjukinya. Kami bersaksi tiada ilah yang berhak disembah kecuali Allah saja, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan kami bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya yang telah menunaikan amanah, menyampaikan risalah serta memberikan nasihat kepada umat. Shalawat dan salam semoga senantiasa dicurahkan atasmu wahai junjuganku, wahai Rasulullah. Wahai engkau yang telah membina generasi Islam pertama, dan senantiasa generasi umat itu terbina berdasarkan petunjukmu. Dan mudah-mudahan Allah meridlai semua sahabatmu serta para pengikutnya dan para pengikut-pengikutnya dengan baik sampai hari kiamat, ....

‘Amma ba’du :

“Ya Allah tidak ada kemudahan kecuali apa yang telah Engkau jadikan mudah. Dan Engkau jadikan kesedihan itu mudah manakala Engkau menghendakinya”

Tarbiyah Nabi Terhadap Generasi Islam Yang Pertama.

Yang kami maksud dengan “Generasi Pertama” adalah para sahabat. Adapun sahabat sendiri adalah orang yang bertemu dengan Nabi SAW, mereka muslim dan mati di atas keislaman. Rabb mereka dan Nabi mereka menyanjung para sahabat. Rabbul ‘Izzati memuji mereka. Demikian pula Nabi SAW juga banyak menyanjung mereka. Dalam surat Al Fath disebutkan :

---khot--

“Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka”. (QS. Al-Fath : 29).

---khot---

“Sesungguhnya Allah telah menerima taubat Nabi, orang-orang Muhajirin dan orang-orang Anshar, yang mengikuti Nabi dalam masa kesulitan”. (QS. At Taubah : 117)

Al Qur’an telah bersaksi --sedangkan dalil Al Qur’an itu qath’i dan pasti-- bahwa tigapuluh ribu sahabat yang ikut andil dalam perang Tabuk, mereka itu telah diampuni Allah.

--Khot--

“Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang mu'min ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon”. (QS. Al-Fath : 18)

Adapun mereka yang ikut dalam Ba’iaturridwan itu berjumlah seribu empatratus orang. Mereka itu, berdasarkan nash Al Qur’an telah diridlai oleh Allah.

Dalam hadits shahih disebutkan :

--khot--

“Sebaik-baiknya kurun (abad/masa) adalah kurunku, kemudian yang sesudahnya kemudian yang sesudah mereka”. (HR. Al Bukhari)[i]

Dalam hadits shahih dari riwayat Abu Sa’id Al Khudri disebutkan : Pernah terjadi pertengkaran antara Khalid bin Walid dengan ‘Abdurrahman bin ‘Auf. Dalam pertengkaran tersebut Khalid mencacinya. Maka Rasulullah SAW bersabda :

--khot--

“Janganlah kamu sekalian memaki salah seorang sahabatku. Karena sesungguhnya sekiranya seseorang diantara kalian menginfakkan emas semisal gunung Uhud, maka amalnya itu belum mencapai satu mud (kurang lebih 6 ons) seseorang diantara mereka atau setengahnya”. (HR. Ahmad, Al Bukhari dan Muslim). [ii]

Padahal seperti telah diketahui Khalid juga seorang sahabat. Akan tetapi karena ‘Abdurrahman telah mendahului keislamannya serta persahabatannya, maka Rasulullah Saw marah kepada Khalid seraya mengatakan : “Sesungguhnya kemuliaan persahabatan ‘Abdurrahman wahai Khalid, jika engkau berinfak emas sebesar gunung Uhud, dan engkau juga seorang sahabat, maka amalmu itu tidak akan mencapai amalnya”. Kendati Khalid sendiri telah mulai berinfak sebelum Futuh Makkah dan ikut serta berperang.

--khot--

“Tidak sama di antara kamu orang yang menafkahkan (hartanya) dan berperang sebelum penaklukan (Mekah). Mereka lebih tinggi derajatnya daripada orang-orang yang menafkahkan (hartanya) dan berperang sesudah itu”. (QS. Al Hadid : 10)

Dalam shahih Muslim dari hadits Jabir disebutkan bahwa Nabi SAW pernah bersabda :

--khot--

“Tidak akan masuk neraka, seseorang yang pernah berbaiat di bawah pohon (Baitur Ridwan)”. (HR. Muslim dalam Shahihnya)

Ibnu Mas’ud berkata : “Sesungguhnya Allah melihat hati hamba-hamba-Nya , maka Dia dapati hati Muhammad itu lebih baik dari hati seluruh hamba-Nya, maka Diapun memilihnya dan mengangkatnya sebagai Rasul untuk mengemban risalah-Nya. Kemudian melihat hati hamba-hamba-Nya sesudah hati Muhammad Saw, maka Dia dapati hati para sahabatnya (Muhammad) itu lebih baik dari hari seluruh hamba. Lantas mereka dijadikan oleh Allah sebagai pembantu-pembantu Nabi-Nya”

Ibnu Hajar berkata : “Umat Islam telah bersepakat bahwa kemuliaan sahabat itu tidak dapat dibandingkan dengan sesuatu apapun jua”.

Dalam buku Aqidahnya, Abu Ja’far Ath Thahawi mengatakan : “Dan kami mencintai para sahabat Rasulullah SAW dengan tidak mengurangi sedikitpun kecintaan kami atas seseorang diantara mereka, dan kami membenci siapapun yang membenci mereka atau mengatakan sesuatu yang tidak baik terhadap mereka dan kami tidak mengatakan tentang mereka kecuali yang baik. Mencintai mereka adalah termasuk agama (dien), iman, dan ihsan, sedangkan membenci mereka adalah tindak kekufuran, kemunafikan dan melampaui batas”.

Golongan manusia pilihan yang mulia ini, dipilih oleh Allah Rabbul ‘Izzati untuk menguatkan agama-Nya dan membela syariat-Nya.

--khot--

“Dialah yang memperkuatmu dengan pertolongan-Nya dan dengan para mu'mim”. (QS. Al Anfal : 62)

Bagaimana generasi satu-satunya dan prototipe yang unik dalam sejarah kemanusiaan secara keseluruhan ini keluar dan muncul dari antara dua sampul kitab ? Bagaimana mereka menterjemahkan ayat-ayat kepada manusia, sehingga berubahlah kata-kata tersebut menjadi manusia berasal dari daging dan darah ? Dan engkau tidak dapat membedakan kehidupan nyata mereka dari ayat Al Qur’an manapun.

--khot--

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah”. (QS. Ali Imran : 110)

Bagaimana mereka tumbuh berkembang sehingga menjadi generasi yang kuat dan matang dengan akarnya yang kokoh menghunjam ke dasar bumi.

--khot--

“Akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Rabbnya”. (QS. Ibrahim : 24-25)

Apa sebenarnya prinsip-prinsip yang menjadi esensi pembinaannya ? Apa dasar-dasar yang dipergunakan Murabbinya, Muhammad SAW untuk membina bangunan yang besar, mengagumkan dan mempunyai keteraturan yang unik.

Pokok-Pokok Tarbiyah Nabi saw Atas Generasi Islam Pertama.

Sungguh Nabi Muhammad SAW telah membina generasi yang unik ini di atas prinsip-prinsip. Yang terpenting dalam pandangan kami adalah :

1. Membatasi pembinaan hanya dengan Manhaj Rabbani saja.

2. Memurnikan da’wah dari segala kepentingan duniawi dan manfaat-manfaat yang tidak kekal.

3. Dimulai dengan membangun aqidah ummat sebelum membangun syari’at (hukum).

4. Sejak pertama kali wujud pembinaannya adalah kelompok haraki (gerakan).

5. Jelas benderanya dan terang tujuannya serta tidak bercampur aduk dengan pemikiran lain.

6. Membina “Qaidah Shalabah” (Kelompok inti) yang dapat menopang seluruh bangunan.

7. Memanfaatkan dan mempergunakan semua daya serta potensi yang ada.

8. Mengukur bobot seseorang dengan mizan takwa.

9. Pembinaan melalui celah-celah peristiwa dan aktifitas yang konkrit.

10. Al Jihad

11. Menanamkan kepercayaan dalam lubuk hati akan pertolongan Allah

12. Uswah Hasanah dan kepemimpinan yang beramal nyata.

13. Bersikap lembut dan penyayang, bukan kasar dan menyakitkan.

14. Berwawasan jauh ke depan, khususnya dalam perubahan dari satu fase ke fase yang lain.

15. Para sahabat Ra menerima perintah untuk dilaksanakan dan ditindakan.

Sebelum saya memulai keterangan pokok-pokok tersebut secata terperinci, maka ada baiknya saya kemukakan mengenai segi manfaat yang dapat diambil dengan mengetahui konsep nabawi dalam tarbiyah ini. Dengan mengetahui Manhaj ini maka banyak manfaat yang dapat diambil, khususnya bagi mereka yang hendak menegakkan dien Allah di muka bumi dan menumbuhkan masyarakat muslim dalam kehidupan yang nyata sesudah masyarakat tersebut lenyap dari pandangan dan lenyap dari wujudnya.

Manfaat-manfaat yang penting antara lain :

Pertama : Dapat mengetahui Manhaj (konsep) pemikiran Islam dalam menegakkan daulah. Sebab manhaj pemikiran dan gerakan untuk menegakkan Islam tidak kurang nilainya dan tidak kurang pentingnya dari manhaj kehidupan dan tidak terpisah daripadanya. Sebagaimana Dien in sendiri dari sisi Allah, maka cara yang ditempuhnya pertama kali juga dari sisi Allah.

Kedua : Untuk mengikuti jalan Rabbani ini dalam membela Dien Allah dan mengokohkan syari’atNya dalam kehidupan. Disamping itu agar tetap konsisten di atas jalan tersebut.

--khot--

“Dan semua kisah dari rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu; dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman”. (QS. Hud : 120)

“Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk mereka”. (QS. Al An’am : 90)

Jalan itulah yang ditempuh oleh Rasulullah SAW pertama kalinya sehingga Dien (agama) ini mendapatkan kemenangan dan sekali-kali agama ini tidak akan bangkit kembali ke muka bumi kecuali dengan cara tersebut.

Ustadz Sayyid Quthb berkata : “Pemeluk agama in harus benar-benar mengetahui bahwa agama in dzatnya adalah Rabbani, maka manhaj operasionalnya juga Rabbani berjalan paralel dengan tabi’atnya. Dan tidak mungkin memisahkan agama ini dari manhaj operasoinalnya. Jika kita telah mengetahui manhaj operasionalnya, maka hendaknya kita tahu juga bahwa manhaj ini adalah manhaj yang fundamental, bukan manhaj kontemporer, geografis ataupun manhaj kondisional, khususnya dalam menghadapi problema-problema jama’ah Islam yang pertama. Sesungguhnya ia merupakan manhaj, dimana bangunan agama ini tidak akan tegak kapanpun juga kecuali dengannya. Sesungguhnya berpegang teguh dengan manhaj tersebut merupakan perkara yang sangat vital, seperti halnya berpegang teguh pada sistem Islam pada setiap gerakan”.

Ketiga : Dapat mengetahui keagungan panglima pembimbing (Nabi SAW) yang telah mempraktekkan manhaj tersebut dan mengetahui keagungan para pasukan yang telah melaksanakan manhaj tersebut.

Rasulullah SAW telah melahirkan, dalam waktu yang relatif singkat, sebuah generasi yang terdiri dari pemimpin-pemimpin ulung dan kenamaan. Panglima-panglima militer yang digembleng Nabi SAW, jumlah mereka lebih banyak daripada semua panglima militer sepanjang sejarah Islam. Demikian juga beliau memunculkan generasi pemimpin, politikus, administrator, pembimbing, pengajar, hakim dan penguasa. Jika ada seorang yang mampu menelorkan satu segi dari segi-segi tersebut, pastilah namanya akan ditulis dalam kelompok orang-orang abadi yang dikenang. Lalu bagaimana halnya dengan orang yang dapat menggabungkan semua itu ? Sesungguhnya ia benar-benar merupakan kebesaran Nubuwah sebagaimana yang dikatakan oleh ‘Abbas r.a.

Sekarang, marilah kita kembali membicarakan tentang fondasi-fondasi yang dipergunakan Rasulullah SAW dalam menegakkan bangunan yang sangat besar tersebut.

Fondasi (dasar) yang pertama:

Membatasi Pembinaan Hanya dengan Manhaj Rabbani Saja.

--Khot--

“Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus di antara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al-Kitab dan Al-Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata”. (QS. Ali ‘Imran : 164)

Adapun yang dimaksud dengan Al Kitab dalam tersebut adalah Al Qur’an, sedangkan Al Hikmah adalah AS Sunnah. Rasulullah Saw membatasi tarbiyah para sahabatnya dengan Al Qur’an dan As Sunnah. Beliau marah ketika melihat lembaran kitab Taurat ada di tangan ‘Umar. Beliau berkata :

--khot--

“Demi Allah, sekiranya Musa hidup ditengah-tengah kalian, maka tidak halal baginya (mengikuti Taurat), melainkan ia harus mengikutiku”.

Dalam riwayat Imam Ahmad dikatakan :

--khot--

“Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada ditangan-Nya. Seandainya Musa berada diantara kalian, kemudian kamu mengikutinya, pasti kalian akan sesat. Ketahuilah sesungguhnya kamu adalah bagianku diantara umat-umat yang lain. Dan aku adalah bagian kalian diantara nabi-nabi yang lain”.[iii]

Oleh sebab itu, Dienul Islam sangat antusias dalam mewujudkan manhaj Rabbani itu di muka bumi, supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. Demikian juga Islam sangat antusia dalam mewujudkan keadilan diantara manusia dan menanamkan nilai Ilahiyah itu dalam kehidupan insan.

--khot--

“Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al-Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan”. (QS. Al Hadid : 25)

Jadi tujuan dari nubuwah (diutusnya nabi-nabi) ialah mewujudkan kebenaran diantara manusia dan menyebarkan keadilan itu diantara mereka. Oleh karena itu, dalam pandangan agama Allah, mengkritik seeseorang dan menerangkan kesalahan serta kekeliruan mereka itu jauh lebih ringan dibandingkan meluruskan seseorang yang mengabaikan manhaj tersebut dan menyimpang dari jalannya.

Rabbul ‘Izzati tidak membiarkan kemasaman muka Rasulullah SAW terhadap ‘Abdullah bin Ummi Maktum, orang yang buta, ketika beliau tengah sibuk mendakwahi golongan elite dari pemimpin Quraisy.

Saya katakan : “Rabbul ‘Izzati tidak membiarkan keadaan berjalan demikian, maka Dia mencela kekasihnya-Nya Nabi Muhammad SAW[iv] dengan celaan yang keras dengan menurunkan surat yang memuat nama ‘Abasa (ia bermuka masam). Celaan itu mencapai puncaknya pada kata “Kalla” (sekali-kali jangan demikian), sedangkan ia adalah kata pelanggaran dan cegahan”.

Allah Rabbul ‘Izzati telah menurunkan sepuluh ayat yang jelas dalam surat An-Nisaa’ mengenai bebasnya seorang Yahudi dari tuduhan yang didakwakan kepadanya, dan menetapkan dakwaan tersebut kepada salah seorang penduduk Madinah yang memeluk agama Islam. Dia adalah, Tha’mah bin Ubairiq. Yang demikian itu karena kekekalan manhaj tersebut lebih baik daripada eksistensi seribu orang yang berjalan di atas manhaj yang menyimpang dan bengkok.

Oleh sebab itu kepemimpinan dalam agama (dien) ini bersifat Rabbani yang tercermin dalam pribadi Rasulullah SAW, manhajnya Rabbani, tercermin dalam Al-Qur’an dan As-sunnah, wasilahnya Rabbani. Rasulullah SAW tidak mau menerima, sesudah perjanjian Hudaibiyah, penggabungan diri Abu Jandal bin Suhail bin ‘Amru maupun Abu Bashir[v] setelah mereka berhasil lolos dari Mekkah, melarikan diri dari penindasan dan penyiksaan kaum Quraisy. Beliau mengembalikan dua orang tersebut kepada Quraisy, karena tidak ingin melanggar jaminan yang telah diucapkannya maupun membatalkan perjanjian yang telah dijalinnya dengan kaum Quraisy, yakni beliau dalam perjanjian tersebut diminta untuk mengembalikan orang yang datang kepadanya dari fihak mereka.

Untuk itu, maka hendaknya para da’i Islam betul-betul memperhatikan tentang masalah (Rabbaniyah atau wasilah-wasilah berdasarkan cara syar’i). Banyak diantara mereka yang menempuh cara yang menyimpang serta sarana-sarana yang tidak lempang demi mencapai tujuan yang mereka sebut dengan nama mashlahat da’wah. Sehingga terkadang seorang da’i berbohong dengan alasan kepentingan da’wahnya. Terkadang mengzhalimi manusia jika mereka berselisih dengan pengikut-pengikutnya. Itu semua berbahaya dan salah, karena hal itu merupakan penyimpangan dari manhaj dalam soal keadilan bahkan akan membawa akibat lenyapnya harakah itu sendiri.

Sesungguhnya maslahat da’wah Islamiyah adalah seorang da’i menyembah Allah dengan pedoman dien yang telah diturunkanNya, seorang da’i menyembah Allah berdasarkan syari’at-Nya, dan seorang da’i berpegang pada prinsip-prinsip keadilan dan menyebarkannya di permukaan bumi.

--khot--

“Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapak dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatan. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutarbalikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjakan”. (QS. An Nisaa’ : 135)

Apabila engkau ditanya tentang seorang pengikut da’wahmu yang telah makan riba. Kemudian engkau telah pasti akan kebenaran berita tersebut, maka janganlah kamu menyibukkan dirimu untuk mencari-cari alasan atau menta’wilkan nash-nash Al-Qur’an untuk mencairkan masalah keharaman tiba yang telah qath’i demi membela pengikut da’wahmu itu.



[i] HR Bukhari (lihat : Shahih Al Jami’ Ash Shaghir 3294)

[ii] HR Ahmad, Bukhari dan Muslim (Lihat : Shahih Al Jami’ Ash Shaghir 731)

[iii] Sebagian dari hadits yang diriwayatkan Imam Ahmad dalam musnadnya, seperti yang ditulis dalam Tafsir Ibnu Katsir

[iv] HR Abu Ya’la dan At Tirmidzi (lihat : Tafsir Ibnu Katsir IV)

[v] Shahih Bukhari



.................................................................................................................

RUANG DOWNLOAD

Di atas ialah petikan dari buku TARBIYAH JIHADIYAH, iaitu buku yang memuatkan semua isi ceramah Imam Mujahidin iaitu Syeikh Abdullah Azzam. Buku ini patut dihadam oleh setiap pemuda Mujahid.


Klik disini Untuk mendownload semua buku TARBIYAH JIHADIYAH: http://www.archive.org/download/ebook-islam1/01-AbdullahAzzam-TarbiyahJihadiyah04.7z


.....................................................................................................................


Tuesday, February 28, 2012

Strategi Perang Sun Tzu (lanjutan)


|| Strategi Perang Sun Tzu (lanjutan) ||

by Kami Yang Terasing on Thursday, 16 February 2012 at 15:15 ·

Terjemahan pertama dalam bahasa perancis muncul di paris pada tahun 1782. Kemunculannya bertepatan dengan gejolak sejarah yg melanda negeri itu setelah meletusnya revolusi perancis. Karena itu tak berlebihan bila ada yg mengatakan bahwa Art of War ini adalah senjata rahasia napoleon dalam menaklukkan eropa. Pendapat itu dapat dimaklumi. Perang - perang yg dilancarkan napoleon sangat mengandalkan mobilitas pasukan, Dan strategi sun tzu juga bertumpu pada aspek mobilitas tersebut.

Seni Perang Sun Tzu bagian pertama:

1. Seni perang sangat penting bagi negara. Ini menyangkut masalah hidup dan mati, satu jalan (tao) menuju keselamatan atau kehancuran.

2. Kenalilah musuhmu, kenalilah diri sendiri. Maka kau bisa berjuang dalam 100 pertempuran tanpa risiko kalah. Kenali Bumi, kenali Langit, dan kemenanganmu akan menjadi lengkap.

3. Sang jenderal adalah pelindung Negara. Ketika sang pelindung utuh, tentu negaranya kuat. Kalau sang pelindung cacat, tentu negaranya lemah.4. Gunakanlah kekuatan normal untuk bertempur. Gunakan kekuatan luar biasa untuk meraih kemenangan.

5. Kemungkinan menang terletak pada serangan. Mereka yang menduduki medan pertempurannya lebih dulu dan menantikan musuhnya, akan memperoleh kemenangan.

6. Kecepatan adalah inti perang. Yang dihargai dalam perang adalah kemenangan yang cepat, bukan operasi militer berkepanjangan.

7. Ketika sepuluh lawan satu, kepunglah. Ketika lima lawan satu, seranglah. Ketika dua lawan satu, bertempurlah. Ketika seimbang, pecah belahlah. Ketika lebih sedikit, bertahanlah. Ketika tidak memadai , hindarilah.

8. Mengetahui kapan seseorang dapat dan tidak dapat bertempur adalah kemenangan.

9. Mengetahui cara menggunakan yang banyak dan yang sedikit adalah kemenangan.

10. Atasan dan bawahan yang menginginkan hasrat yang sama adalah kemenangan.

Seni Perang Sun Tzu bagian kedua:

11. Bersikap siap dan menunggu musuh yang tidak siap adalah kemenangan.

12. Sang jenderal yang mampu dan sang raja yang tidak campur tangan adalah kemenangan.

13. Kondisi tak terkalahkan terdapat pada diri sendiri. Kondisi dapat ditaklukkan terdapat pada musuh. Demikianlah yang terampil dapat menjadikan diri mereka tak terkalahkan. Mereka tidak bisa menjadikan musuh dapat ditaklukkan.

14. Militer yang menang sudah menang lebih dulu, baru bertempur. Militer yang kalah bertempur dulu, baru mencari kemenangan.

15. Pertama, ukurlah panjangnya. Kedua, ukurlah volumenya. Ketiga, hitunglah. Keempat, timbanglah. Kelima, adalah kemenangan. Bumi melahirkan panjang. Panjang melahirkan volume. Volume melahirkan hitungan. Hitungan melahirkan timbangan. Timbangan melahirkan kemenangan.

16. Melawan yang banyak sama seperti melawan yang sedikit. Itu hanya soal bentuk dan nama.

17. Pertempurannya kacau, tetapi tidak seorang pun tidak takluk, pada kekacauan. Kekacauan lahir dari keteraturan. Kepengecutan lahir dari keberanian. Kelemahan lahir dari kekuatan. Keteraturan dan kekacauan adalah soal menghitung. Keberanian dan kepengecutan adalah soal shih. Kekuatan dan kelemahan adalah soal bentuk.

18. Tentang sifat pepohonan dan batu–batuan. Ketika tenang, mereka diam. Ketika marah, mereka bergerak. Ketika persegi, mereka berhenti Ketika bundar, mereka bergerak. Mengerahkan orang –orang ke pertempuran adalah seperti menggelindingkan batu-batuan bundar dari sebuah gunung setinggi seribu jen.

19. Seseorang yang mengambil posisi lebih dulu di medan pertempuran dan menantikan musuhnya, tenang. Seseorang yang mengambil posisi belakangan di medan perang dan tergesa-gesa bertempur, ia harus bekerja keras. Demikianlah seseorang yang terampil bertempur memanggil lawannya, dan bukan dipanggil oleh mereka.

Seni Perang Sun Tzu bagian ketiga:

20. Untuk membuat musuh datang atas kemauan sendiri, tawarkan mereka keuntungan. Untuk mencegah datangnya musuh, lukai mereka. Demikianlah seseorang dapat membuat musuh bekerja keras sementara ia sendiri tenang dan membuat musuh kelaparan sementara ia sendiri kenyang.

21. Kejarlah rancangan-rancangan strategis untuk membuat musuh takjub. Maka kau bisa merebut kota-kota musuh dan menggulingkan negaranya.

22. Untuk menempuh jarak seribu mil tanpa takut, tempuhlah jalan yang tak berpenghuni.

23. Untuk menyerang dan pasti merebutnya, seranglah di mana mereka tidak bertahan.

24. Untuk bertahan dan pasti tetap teguh, bertahanlah di mana mereka pasti menyerang.

25. Demikianlah kalau seseorang terampil menyerang, musuh tidak tahu di mana ia harus bertahan. Kalau seseorang terampil bertahan, musuh tidak tahu di mana ia harus menyerang.

26. Jenderal yang terampil akan membentuk lawannya, sementara ia sendiri tanpa bentuk.

27. Siapkan di bagian depan,maka yang belakang lemah. Siapkan di bagian kiri, maka yang kanan lemah. Di mana-mana siap, di mana-mana lemah.

28. Tak ada yang lebih sulit daripada menyiapkan pasukan.

29. Sebuah pasukan tanpa kereta bagasi, akan kalah. Tanpa gandum dan makanan, kalah. Tanpa persedian, kalah.

Seni Perang Sun Tzu bagian keempat:

30. Gesit seperti angin, Lamban seperti hutan. Menyerbu dan menjarah seperti api. Tak bergerak seperti gunung. Sulit dikenal seperti yin. Bergerak seperti Guntur.

31. Ketika menjarah desa, bagikanlah pada orang banyak. Ketika memperluas wilayah, bagilah keuntungannya. Timbanglah itu dan bertindaklah.

32. Karena mereka tak dapat mendengar satu sama lain, mereka membuat genderang dan lonceng. Karena mereka tak dapat saling melihat, mereka membuat bendera serta spanduk.

33. Dalam pertempuran di siang hari, gunakanlah lebih banyak bendera dan spanduk. Dalam pertempuran di malam hari, gunakanlah lebih banyak genderang dan lonceng. Genderang dan lonceng, bendera dan spanduk adalah alat seseorang menyatukan telinga dan mata orang-orangnya.

34. Begitu pasukan disatukan dengan erat, yang berani tidak berkesempatan maju sendirian, yang pengecut tidak berkesempatan mundur sendirian. Inilah metode menggunakan pasukan dalam jumlah besar.

35. Bagi seorang jenderal ada lima bahaya – bertekat mati, ia bisa tewas; bertekat hidup, ia bisa tertangkap; cepat marah, ia bisa dihasut; murni dan jujur, ia bisa dipermalukan; mengasihi orang banyak, ia bisa dibuat jengkel. Kelimanya adalah bencana dalam militer.

36. Gunakan keteraturan untuk menantikan kekacauan. Gunakan ketenangan untuk menantikan kebisingan. Inilah yang dimaksud dengan mengatur hati dan pikiran.

37. Gunakan yang dekat untuk menunggu yang jauh, gunakan yang santai untuk menunggu yang bekerja keras. Gunakan yang kenyang untuk menunggu yang lapar. Inilah yang dimaksud dengan mengatur kekuatan.

38. Jangan bertempur dengan pasukan yang teratur, jangan memukul formasi–formasi yang kuat. Inilah yang dimaksud dengan mengatur perubahan.

39. Jangan hadapi mereka ketika mereka berada di bukit yang tinggi. Jangan melawan mereka sementara mereka membelakangi gundukan. Jangan mengejar mereka

ketika mereka berpura–pura kalah. Berikan jalan keluar bagi prajurit–prajurit yang dikepung. Jangan menghalangi prajurit yang mau pulang.

Seni Perang Sun Tzu bagian kelima:

40. Di tanah terbuka, janganlah berkemah, di tanah persimpangan, bergabunglah dengan para sekutu. Di tanah penyeberangan, jangan lama–lama. Di tanah tertutup, susunlah strategi. Di tanah kematian, bertempurlah sampai mati.

41. Ada jalan–jalan yang hendaknya tidak ditempuh, ada pasukan–pasukan yang hendaknya tidak digempur. Ada kota – kota yang hendaknya tidak diserang. Ada tanah–tanah yang hendaknya tidak diperebutkan. Ada perintah–perintah yang berdaulat yang hendaknya tidak diterima.

42. Kalau menurut Tao pertempuran ada kemenangan yang pasti, sementara sang raja melarang bertempur, jelas seseorang tetap bisa bertempur. Kalau menurut Tao pertempuran tak ada kemenangan, sementara sang raja menyuruh bertempur, seseorang tidak boleh bertempur.

43. Rencana–rencana orang bijak pasti mencakup keuntungan dan bahaya. Mencakup keuntungan. Sehingga pelayanannya dapat dipercayai.

44. Jangan ulangi cara–cara meraih kemenangan.

45. Komandan yang andal dalam perang meningkatkan pengaruh moral dan patuh kepada hukum serta peraturan. Demikianlah ia berkuasa mengendalikan sukses

Seni Perang Sun Tzu bagian keenam:

46. Adalah urusan seorang jenderal untuk tidak banyak bicara, sehingga lebih dapat menyimak.

47. Komandan yang baik akan mencari kebajikan dan berusaha mendisiplinkan diri sesuai dengan hukum, agar dapat mengendalikan keberhasilannya.

48. Sang pemenang adalah mereka yang tahu menggunakan strategi langsung dan strategi tidak langsung.

49. Kegesitan itu unggul. Tunggangilah ke tidak mampuan lawan. Tempuhlah jalan yang tidak disangka–sangka. Seranglah di mana ia tidak siap.

50. Seseorang yang terampil menggunakan militer dapat disamakan dengan shuai–jan. Shuai–jan adalah seekor ular dari Gunung Heng. Pukullah kepalanya, maka ekornya tiba. Pukullah ekornya, maka kepalanya tiba. Pukullah bagian tengahnya, maka kepala maupun ekornya tiba.

51. Kalau seseorang bertindak konsisten untuk melatih orang banyak, maka orang banyak itu akan tunduk. Kalau seseorang bertindak tidak konsisten untuk melatih orang banyak, maka orang banyak itu takkan tunduk. Seseorang yang bertindak konsisten itu serasi dengan orang banyak.

52. Seorang jenderal mewakili nilai nilai kebaikan dari kebijaksanaan, ketulusan, kemurahan hati, keberanian, dan kedisiplinan.

53. Jenderal yang baik mengikat pasukannya. Ikatlah mereka dengan perbuatan. Janganlah memerintah mereka dengan perkataan. Ikatlah mereka dengan bahaya. Janganlah memerintah mereka dengan keuntungan. Persulitlah mereka di tanah kepunahan, toh mereka tetap selamat. Tenggelamkanlah mereka di tanah kematian, toh mereka tetap hidup. Orang banyak ditenggelamkan ke dalam bahaya. Toh mereka dapat mengubah kekalahan menjadi kemenangan.

54. Jenderal yang melindungi tentaranya separti bayi akan mendapati mereka mengikutinya sampai ke jurang yang dalam. Jenderal yang memperlakukan tentaranya seperti anaknya yang dikasihi, akan mendapati mereka bersedia mati untuknya.

55. Jenderal yang cakap membuat prajurit sepenuhnya sepakat dengan pimpinan mereka, sehingga mereka akan mengikutinya sepanjang hidup sampai mati, tanpa merasa takut atas hidup mereka, dan tak gentar terhadap bahaya apa pun.

Seni Perang Sun Tzu bagian ketujuh:

56. Kalau sesuai dengan keuntungan, bertindaklah. Kalau tidak sesuai dengan keuntungan, berhentilah.

57. Kalau ada yang bertanya, “Musuh yang besar jumlahnya dan teratur akan mendekat, bagaimanakah aku menantikan dia?” Akan kujawab, “Rebutlah apa yang dicintainya, maka ia akan mendengarkanmu”.

58. Seranglah pada saat lawan tidak siap. Datanglah pada saat yang tidak diduga.

59. Jadilah yang pertama menempati yang tinggi. Amankanlah rute persediaanmu.

60. Pasukan menyuka yang tanah tinggi dan membenci yang rendah, menghargai yang dan mencemooh yin, mempertahankan kehidupan dan mengambil posisi yang mantap. Inilah yang dimaksudkan “pasti menang”. Pasukan ini tak mengalami seratus penindasan.

61. Janganlah maju dengan angkuh. Cukuplah mengumpulkan kekuatan, mengamati musuh dan menyerangnya. Tetapi, kalau seseorang tidak membuat rencana dan menganggap enteng musuh, ia pasti tertangkap musuhnya.

62. Mengetahui pasukan dapat menggempur, tetapi tidak mengetahui bahwa musuh tak dapat digempur. Ini hanya separuh kemenangan. Mengetahui bahwa musuh dapat digempur, tetapi tidak mengetahui bahwa pasukan tak dapat menggempur. Ini hanyalah separuh kemenangan. Mengetahui bahwa musuh dapat digempur, mengetahui bahwa pasukan dapat menggempur, tetapi tidak mengetahui bahwa bentuk bumi tak dapat digunakan untuk bertempur. Ini juga hanya separuh kemenangan.

63. Sang komandan tenang dan tak dapat diduga. Ia menciptakan keteraturan. Ia mengaburkan mata dan telinga pejabat maupun pasukan. Mencegah mereka memilikinya. Ia mengubah-ubah kegiatannya. Ia mengganti-ganti strateginya. Ia mencegah orang memahaminya. Ia ubah perkemahannya. Membuat rutenya memutar. Mencegah orang mendapatkan rencananya.

64. Ketika saya meraih kemenangan, saya tidak akan mengulangi taktik yang sama, tetapi melihat situasi dengan cara yang tak terbatas. Strategi militer sama seperti air yang mengalir. Seperti air membentuk alirannya mengikuti dataran yang dilewati, pasukan meraih kemenangan. Oleh karena itu, siapa yang dapat memodifikasi taktik berdasarkan keadaan musuh akan meraih kemenangan sejati.

65. Dalam pertempuran memiliki banyak tentara tidak menjamin kemenangan. Jangan maju bertempur hanya semata-mata mengandalkan kekuatan militer. Setiap orang yang kurang perhitungan dan menganggap enteng musuh dengan menghina dan meremehkan, pada akhirnya akan tertawan sendiri.

Seni Perang Sun Tzu bagian kedelapan

66. Semakin banyak perencanaan, semakin banyak peluang menang. Semakin sedikit perencanaan, semakin sedikit peluang menang. Lantas, bagaimana jika tanpa perencanaan sama sekali?

67. Jenderal yang cakap maju berperang tanpa mengharapkan ketenaran, dan mundur tanpa merasa takut dipermalukan. Jenderal yang cakap hanya berusaha melindungi rakyatnya, melayani pemerintahnya. Ia adalah mutiara bangsa yang sangat berharga.

68. Dapat melihat matahari dan bulan bukanlah pertanda tajamnya penglihatan. Mampu mendengar suara halilintar bukanlah pertanda tajamnya pendengaran. Kemenangan hanya bisa diraih dengan cara-cara yang luar biasa.

69. Bersekutulah dengan negara tetangga di daerah perbatasan.

70. Kalau tidak menguntungkan, janganlah bertindak. Kalau tak mungkin menang, janganlah menggunakan pasukan. Kalau tidak dalam bahaya, janganlah bertempur.

71. Raja tak dapat membangkitkan pasukan hanya dengan murkanya. Jenderal tak dapat bertempur hanya dengan kepahitannya. Kalau sesuai dengan keuntungan, gunakanlah pasukan. Kalau tidak, berhentilah.

72. Pemerintah yang berpikiran terbuka merencanakan dengan baik. Jenderal yang baik siap melaksanakan rencana tersebut.

73. Tanpa keharmonisan dalam suatu negara, tidak akan ada ekspedisi militer yang dapat dilakukan. Tanpa keharmonisan dalam barisan tentara, tak ada formasi pertempuran yang dapat dibentuk.

74. Meraih 100 kemenangan dalam 100 pertempuran bukanlah puncak keterampilan. Menaklukkan musuh tanpa bertempurlah kesempurnaan tertinggi.

75. Ada lima serangan dengan api. Yang pertama, membakar orang, Yang kedua, membakar toko. Yang ketiga, membakar kereta bagasi. Yang keempat, membakar pabrik senjata. Yang kelima, membakar jalur transportasi.

Seni Perang Sun Tzu bagian ke-sembilan:

76. Menggunakan api untuk menyerang adalah cerdik. Menggunakan air untuk menyerang juga memberi kekuatan lebih hebat. Tetapi air hanya dapat membagi atau menghalangi lawan, sedangkan api dapat menghancurkan lawan.

77. Membunuh musuh adalah soal amarah murka. Mengambil makanan musuh adalah keuntungan.

78. Mata-mata merupakan elemen penting dalam perang, karena di pundak mereka bergantung kemampuan pasukan untuk bergerak.

79. Tak ada persaudaraan lebih intim dari pada persaudaraan seorang mata-mata. Tak ada upah lebih besar dari pada upah seorang mata–mata. Tak ada urusan lebih rahasia dari pada urusan mata–mata.

80. Tak ada yang lebih sulit dari pada mengatur maneuver pasukan. Mereka yang bergerak tanpa penghalang akan menang. Mereka yang bisa menggunakan tipu daya akan menang.

81. Rahasia dari tipu daya adalah mengetahui bagaimana memanipulasi pandangan musuh. Membuat yang jauh kelihatan dekat, dan yang dekat kelihatan jauh.

82. Jenderal yang baik menghindari musuh yang semangatnya tinggi. Ia menyerang musuh pada saat mereka lelah.

83. Jangan mengejar gerakan mundur yang fatal. Jangan terpancing umpan musuh.

84. Ketika mengepung musuh, berikan mereka jalan keluar. Jangan menekan musuh yang sudah tidak berdaya.

85. Ada lima jenis pengintai yang dapat digunakan. Ada pengintai pribumi, pengintai orang dalam, pengintai yang membelot, pengintai mati, dan pengintai hidup.

Seni Perang Sun Tzu bagian ke-sepuluh:

86. Kunci memenangkan pertempuran adalah memahami maksud musuh. Konsentrasikan kekuatan di satu arah. Tempuhlah jarak seribu li, dan bunuhlah jenderalnya.

87. Raja yang dicerahkan, merenungkannya. Jenderal yang baik menindaklanjutinya.

88. Kemenangan dapat direncanakan. Ketika saya membangun strategi terakhir, haruslah tidak berbentuk dan tidak kelihatan. Tidak berbentuk, sehingga tak diketahui oleh mata-mata paling hebat sekalipun. Tidak kelihatan, sehingga tak dapat dikalahkan oleh penasehat terhebat. Saya mengalahkan musuh dengan mengendalikan situasi, namun musuh tidak tahu bagaimana saya mengawasinya.

89. Setiap strategi meramalkan kemenangan. Dengan menunggu titik kelemahan musuh sampai mudah diserang, mereka pasti menang.

89. Jika kita menghormati kekuatan lawan dan dengan tekun mempelajari gerakannya, kita akan menang. Jika kita meremehkan lawan dan tidak memerhatikan arti gerakan–gerakannya, kita akan kalah.

90. Ada enam kesalahan yang bisa menyebabkan kekalahan; yaitu pengkhianatan, ketidakpatuhan, kesia–siaan, ketergesa–gesaan, kekacauan, dan kekurangmampuan.

91. Kemiliteran adalah tao penyesatan. Ketika dekat, wujudkan seolah-olah jauh. Ketika jauh, wujudkan seolah–olah dekat. Demikianlah ketika ia mencari keuntungan, pancinglah ia.

92. Seseorang yang tidak sepenuhnya mengetahui bahaya menggunakan pasukan, tidak mungkin sepenuhnya mengetahui keuntungan menggunakan pasukan.

93. Tak satu pun dari lima elemen (air, api, kayu, logam, tanah) yang lebih dominan. Tak satu pun dari ke empat musim yang abadi. Hari-hari terkadang lebih panjang dan terkadang lebih pendek. Dan bulan kadang bersinar, kadang redup.

94. Mengambil seluruh negara itu superior. Menghancurkannya adalah memalukan.

95. Keunggulan tertinggi adalah kemampuan menembus pertahanan musuh tanpa harus berperang. Pejuang terhebat adalah yang mampu menekan musuh untuk menyerah tanpa perlawanan.

96. Kemenangan itu dapat dikenal, tetapi tidak dapat dibuat.

Demikianlah beberapa bagian yang bisa ana share, perlu dipahami bahwa seni dan strategi perang ini bukanlah PATOKAN dalam Al-Jihad Fie Sabilillah. namun tidak ada salahnya memahami dan mempelajari strategi ini agar terciptanya Tsaqofah Qitaliyah di kalangan para mujahidin-mujahidin dunia terkhusus indonesia serta agar senantiasa update mengenai strategi-strategi perang baik kawan maupun lawan..

Baarakallaahufiikum...


Seni Perang ala Sun Tzu


|| Seni Perang ala Sun Tzu ||

by Kami Yang Terasing on Thursday, 16 February 2012 at 13:51 ·

Senjata paling ampuh dalam sebuah perang adalah Strategi, dan banyak jenderal ternyata mengandalkan strategi perangnya pada buku Seni Berperang karya Sun Tzu, yang ditulis kira-kira 2500 tahun yang lampau.

Strategi Sun Tzu digunakan oleh Genghis Khan di abad ke 13 dalam menaklukkan wilayah kekuasaannya mulai dari Mongol, China, Siberia hingga mendekati Eropa. Napoleon di masa muda membaca dan mempelajari buku itu dari para rahib Jesuit yang menterjemahkannya dari bahasa China di tahun 1782. Cara berpikir dan bertindak Mao Tse Tung juga sangat dipengaruhi strategi Sun Tzu, seperti terlihat dalam buku Merah Mao. Hitler juga mempelajari strategi Sun Tzu, dan menggunakannya saat merebut Polandia dalam operasi ‘Blitzkrieg’ yang berlangsung2 minggu. Di tahun 1991, dalam operasi Desert Storm dan Desert Shield di kawasan Teluk, setiap anggota Marinir Amerika memiliki dan mempelajari buku strategi perang Sun Tzu. Strategi itu terbukti tetap relevan walau telah melewati rentang waktu 25 abad…

Dan inilah saya persembahkan Kitab Asli seni berperang Sun Tzu! Terjemahan asli dari bahasa Tiongkok

SENI BERPERANG oleh : Sun Tzu

13 bab Strategi militer klasik 1. Kalkulasi 2. Perencanaan 3. Strategi 4. Kekuatan pertahanan 5. Formasi 6. Kekuatan dan kelemahan 7. Manuver 8. Sembilan varuiasi 9. Mobilitas 10. Tanah lapang 11. Sembilan situasi klasik 12. Menyerang dengan api 13. Intelijen

Isi Tiap Bab.

I. Kalkulasi “Perang adalah urusan vital bagi negara; jalan menuju kelangsungan hidup atau kehancuran. Oleh karena itu, mempelajari perang secara seksama adalah suatu keharusan;”

Lima hal yang harus dipertimbangkan dalam mempelajari peperangan :1. Alasan moral : keyakinan rakyat dan kepentingan negara untuk tujuan bersama.2. Alam : cuaca, iklim, waktu.3. Situasi : jarak, sifat alami, kondisi fisik.4. Kepemimpimnan : kebijaksanaan, kepercayaan diri, keberanian, belas kasihan.5. Disiplin : imbalan, ancaman, hukuman, logistik.

Tujuh aspek dan fakta kalkulasi :Untuk memulai perang setidaknya panglima harus memperhatikan beberapa fakta dilapangan seperti dibawah ini.1. Siapa yang dapat mempersatukan rakyat dan angkatan bersenjata2. Siapa yang memilki komandan yang lebih baik3. Siapa yang mampu memanfaatkan iklim dan keadaan suatu daerah?4. Siapa yang dapat memberi perintah dan disiplin yang lebih baik?5. Pasukan mana yang lebih tangguh?6. Anggota pasukan mana yang lebih terlatih?7. Siapa yang memiliki sistem imbalan dan ancaman hukuman yang lebih adil?Jika kita lebih mampu memenuhi semua faktor diatas melebihi musuh, maka kemungkinan menang kita diatas musuh, sangat wajar untuk memulai peperangan.

Jika faktor diatas kertas saja tidak mampu meyakinkan panglima untuk menang bagaimana dia dapat meyakinkan rakyat dan prajuritnya bahwa mereka semua akan berperang dan menang! Jika tidak yakin menang untuk apa memulai perang!

Tipu muslihat : perang dipenuhi oleh tipu muslihat dalam bentuk strategi, siapapun yang tidak mampu berstrategi dan tidak cakap dalam menggunakan tipu muslihat, tidak akan menang dalam perang apapun.

1. Yang mampu harus berpura-pura tidak mampu2. Tampillah seolah-olah tak ada apa-apa padahal sedang mengaktifkan kekuatan.3. Bila ingin menyerbu sasaran terdekat, seolah-olah sedang ingin menyerbu yang lebih jauh.4. Bila ingin menyerbu daerah yang lebih jauh , seakan-akan ingin menyerbu daerah yang terdekat.

Eksploitasi : Gunakan negaramu, ekonomimu, tentaramu dan segala daya upayamu untuk mengalahkan dan melemahkan musuhmu!1. Pancing musuh dengan umpan yang kecil, lalu hancurkanlah setelah menyebarkan operselisihan diantara angkatan bersenjata.2. Waspada musuh senantiasa siap siaga dan tanpa kelemahan.3. Langkah mundur jika musuh kuat4. Berpura-pura lemah sehingga musuh dikuasai rasa puas diri.5. Sebar perselisihan jika kekuatan musuh bersatu padu.6. Serang saat musuh tidak siap siaga.

Pertimbangan :1. Kekuatan dan kelemahan pasukan diri dan musuh2. Perencanaan yang cermat.

II. Perencanaan

Waktu adalah uang :- Perbekalan- Pengeluaran harian

Hindari pertempuaran yang berlarut :- Moral jadi turun- Biaya yang boros- Tidak aman dan rentan kalah

Bertempurlah agar cepat menangManfaatkalah sumber-sumber kekuatan musuh :Misal : bekal rampasan musuh- Pancing amarah musuh- Bangkitkan motivasi untuk membunuh- Rangsang untuk merampas harta kekuatan musuh

Taktik jitu menentukan nasib sebuah bangsa :- Perang cepat negara aman-Perang berlarut larut, persediaan negara habis, ekonomi ambruk, motivasi tentara jatuh.

III. Strategi

Perbandingan jika pasukan kita berhadapan dengan musuh :Jika pasukan kita 10 : 1 dari musuh= kepung dan serangJika pasukan kita 5 : 1 dari musuh= pecahkan dan bagilah musuh lalu serangJika pasukan kita 2 : 1 dari musuh= menyerang 2 arahJika pasukan kita 1 : 1 dari musuh= dahului perangMusuh sedikit lebih besar bertahan.Musuh lebih besar berkelit dari serangan.Musuh jauh lebih besar, mundur.

Kepemimpinan:1. Panglima bagaikan pilar negara2. Cakap berperang menjadi negara kuat3. Bukan pejuang yang baik negara menjadi lemah

Penguasa akan membahayakan angkatan bersenjata :1. Memerintahkan maju / mundur saat waktu yang tidak tepat2. Tak bisa memperlakukan kemiliteran tanpa tahu militer itu sendiri3. Mengambil alih komando tanpa paham strategi militer.

Lima cara untuk menang :1. Tahu saat perang dan tidak berperang2. Tahu memanfaatkan kekuatan pasukan3. Rebut simpati dan dukungan rakyat4. Tunggu untuk antisipasi yang belum siap5. Perwira cakap menjadi komandan yang tanpa campur tangan pemerintah.

Mengenal lawan dan diri sendiri :1. Tahu kekuatan sendiri dan musush utuk mampu masuk dalam peperangan tanpa ancaman bahaya2. Tahu kekuatan sendiri dan tak tahu kekuatan musuh memberikan kesempatan menang hanya separonya.3. Tak tahu kekuatan sendiri dan musuh akan kalah.

IV. Kekuatan pertahanan

Alasan menyusun strategi :1. Kita harus berjuang keras agar tidak kalah2. Musuh yang harus terlebih dahulu membuat kesalahan besar baru kita mengalahkannya.3. Kita tak bisa bilang kita tak akan kalah tapi kita tak bisa memastikan musuh akan membuat kesalahan sehingga kita meraih kemenangan, orang bisa tahu cara untuk menang tapi tidak bisa memastikan akan memperoleh kemenangan. 4. Yang merasa tidak yakin menang akan bertahan5. Yang merasa akan menang maka menyeranglah6. Meraka yang cakap dalam bertahan seolah-olah tak tampak oleh musuh7. Mereka yang calak dalam hal bertahan akan menang bila tiba saatnya untuk menyerang.

Menang tanpa air mata :1. Ahli taktik akan tetap bertahan dalam keadaan aman.2. Tak pernah lewatkan kesempatan hancurkan musuh.3. Yang ingin menang harus terlebih dahulu menciptakan kemenangan.

Pahlawan yang benar-benar sejati tidak pernah membanggakan kecakapan atau keberanian mereka.

Mereka menang karena memiliki rasa percaya diri serta kemampuan untuk tetap pada posisi yang aman

Mengatur posisi :

1. Ahli tatik mempunyai sasaran-sasaran jelas dan disiplin yang ketat dalam pasukan.2. Ahli taktik cakap :a. Ukur jarakb. Memperkirakan ongkosc. Memepelajari kekuatand. Memperhitungkan kesempatane. Merencakan kemenangan.

V. Formasi

Penyergapan tiba-tiba, konfrontasi langsung :1. Atur pasukan (organisasi) besar dan kecil2. Komando (Komunikasi) pasukan besar dan kecil3. Pasukan besar.

Hakikat kejutan :1. Perang adalah konfrontasi lansung2. Pasukan yang melakukan kejutan akan menang

Serangan tiba-tiba dan kofrontasi langsung ada dalam peperangan, kombinasi kedunya membuat suatu variasi perang.

Kesiagaan

Gerakan.

VI. Kekuatan dan kelemahan

Inisiatif :1. Pasukan pertama mengambil posisi yang fleksibel2. Pasukan akhir ikut perang walau dalam keadaan kelelahan3. Perwira melakukan gertakan mental4. Umpan untuk mencapai tujuan yang dimaksud5. Gertakan ke musuh6. Ganggu musuh

Mengacaukan musuh :1. Buat kegaduhan (kacaukan perhatian)2. Serang satu arah

Ibarat air :1. Tinggi ke rendah, menghindari musuh yang kuat tapi serang yang lemah2. Ikut bentuk yang dilalui . Rencana berubah sesuai perubahan kubu musuh.3. Tidak dominan pada suatu perubahan, ubah strategi sesuai perubahan pihak musuh.

VII. Manuver

Dari keterbatasan ke keuntungan ;1. Strategi yang baik adalah lebih dahulu mencapai garis depan untuk menempati posisi yang menguntungkan lalu hancurkan musuh.2. Atur jalan pintas3. Hitung seksama keterbatasan menjadi keuntungan.4. Sekalipun dalam keadaan yang prima tetap dalam keadaan yang waspada.

Keuntungan dan kerugian dalam manuver dan mobilitas:1. Amankan perbekalan2. Pasukan yang lincah maju terus tanpa istirahat3. Organisir pasukan4. Negara netral tidak boleh masuk dalam persekutuan 5. Jangan berperang yang belum pernah kita tahu kondisinya6. Manfaatkan orang asli wilayah sebagai pemandu arah

Angin, hutan, api, dan gunung :1. Serang saat waktu yang tepat2. Jadikan Manuver pasukan yang efektif Angin – cepat bagai tiupan angin Hutan – tenang sesunyi hutan Api – ganas bagai amukan api Gunung – tahankan diri bagai gunung Kegelapan – sembunyi tak tembus Kilat – serangan tiba-tiba

VIII. Sembilan variasi

1. Jangan sekali-kali mencari perlindungan disuatu wilayah yang tidak aman2. Jangan mengabaikan basa-basi diplomasi dalam meminta simpati suatu negara.3. Jangan menunda suatu perjalanan pada saat suatu gerakan justru sulit dilakukan.4. Dalam situasi penuh bahaya , merencanakan untuk meloloskan diri secepat mungkin.5. Saat situasi sulit, bertempurlah sampai titik darah penghabisan 6. Ada rute perjalanan yang harus dihindari dan dipintasi agar dapat mengubah keadaan yang serba terbatas untuk memberikan peluang yang besar.7. Biarkan musuh meloloskan diri sebagian walau punya kemampuan mengejar, pikirkan serangan berikutnya.8. Untuk menghancurkan angkatan bersenjata, jangan terperdaya dengan kemudahan merebut kota.9. jika perintah penguasa negara tidak mendukung kemajuan perang yang sedang berlangsung maka abaikan saja.

Kelemahan umum seorang komandan :1. Saat sembarangan mudah dibunuh2. Saat takut mudah ditangkap3. Saat marah mudah dihasut4. Saat sensitif mudah merasa hina5. Saat emosional mudah gelisah

Akhir cerita panglima :1. Bertempur untuk mati biasanya mati2. Takut mati biasanya tertangkap3. Tidak sabar biasanya mudah marah dan terima ejekan4. Merasa terhormat biasanya menerima segala hal yang merendahkan5. Terlalu baik hati biasanya terus menghadapi masalah.

IX. Mobilitas

Penyebaran :1. Ketika bergerak maju, jangan melalui punggung gunung / bukit tapi lewat lembah2. Naik dataran yang lebih tinggi untuk tahu posisi yang paling menguntungkan menyerang dan bertahan.3. Jika musuh di dataran yang lebih tinggi, jangan sekali-kali melayani/mendahului serangan.4. Segera seberangi sungai, jadi musuh tidak ambil kesempatan – jangan serang musuh saat musuh di sungai – seranglah musuh saat baru menapakkan kaki di daratan ketika separo kekuatan ada di sungai. 5. Dataran lebih tinggi lebih baik daripada sungai.6. Jangan menyerang musuh dihulu sungai.7. Bial bertempur ditempat berawa, tetaplah bertahan dekat dengan tepi rawa yang berumput.8. Lebih bagus lagi bila dibelakang pasukanmu terdapat pepohonan , ini strategi untuk bertempur didaerah rawa.9. Pertempuran di tanah datar, maka letakkanlah ditanah yang datar.

Strategi perang :1. Jika pasukan musuh tampil tenang dan mantap berarti yakin akan posisi strategis dan kekuatan yang dimilikinya.2. Jika pasukan musuh menantang, mereka sangat cemas gerak maju lawan.3. Jika musuh pada posisi datar yang tidak menguntungkan berarti melakukan jebakan.

X. Tanah lapang/Medan

Tipe tanah lapang/medan pertempuran:1. Mudah dilalui2. Sulit dilalui3. Netral : sama-sama sulit menyerang4. Sempit5. Berbahaya6. Jangkaun jauh.

Bahaya yang dilakukan oleh pemimpin militer :1. Sulit meloloskan diri.2. Pembangkangan perintah dari bawahan3. Guncangan4. Kehancuran5. Kekacauan6. Gerakan mundur.

Panglima yang cakap merupakan aset yang paling berharga .- Panglima wajib memerintahkan perang jika yakin pasukannya akan menang.- Jika yakin akan kalah, jangan ikuti perintah penguasa untuk perang.

XI. Sembilan situasi klasik

1. Biasa-biasa – berada di wilayah sendiri.2. Sederhana – wilayah musuh3. Kritis – posisi yang sama-sama punya 2 pihak.4. Terbuka – wilayah yang dapat dimiliki 2 pihak5. Memegang komando – untuk merebut posisi strategis, komando semua daerah.6. Serius – di dalam wilayah musuh7. Berbahaya – wilayah yang tidak aman dan sukar8. Sulit – wilayah yang merupakan jalur masuk dan keluar9. Putus asa – terpojok

Keprajuritan yang cakap :1. Paham hubungan internasional dalam hal diplomasi2. Paham keadaan alam, gunung, rawa dan lainnya.3. Paham dapat pemandu dari penduduk sekitar.

Ular dari gunung Chang :1. Diserang kepala ekor melawan2. Diserang ekor kepala melawan3. Diserang tengahnya kepala dan ekor melawan.

XII. Menyerang dengan api

Lima serangan ganas :1. Bakar pasukan musuh2. Rebut atau hancurkan perbekalan mereka3. Sarana transportasi diganggu4. Gudang senjata dihancurkan5. Jalur perbekalan di rusak.

Serang saat musim panas dan kering atau malam hari ketika angin berhembus kencang.

Bergerak dari kesempatan yang menguntungkan :1. Menyerang jika yakin menang.2. Penguasa tidak menyatakan perang karena rasa marah3. Komandan menyatakan perang bukan karena rasa dengki4. Berperang jika punya tujuan yang pasti

XIII. Intelijen

Jenis mata-mata :1. Penduduk setempat lawan2. Perwira militer dalam dewan istana3. Mata-mata yang beralih haluan tetapi dapat dibeli4. Mata-mata pembawa kematian – tawanan yang diinterogai5. Mata-mata pembawa kepastian – membawa informasi dengan selamat

Upah yang besar bagi mata-mata

Rahasia

Info dari mata-mata dianalisa

Bidang intelijen merupakan kegiatan yang paling penting dalam peperangan sebab tidaklah akan tersusun suatu rencana perang yang efektif tanpa informasi dari musuh.

semoga materi ini bisa menambah pengetahuan dan bermanfaat bagi para ahlut tawhid dan mujahidin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...